Dari Peristiwa di UBK, Aktivis Mahasiswa Diminta Untuk Jaga Integritas
- ANTARA FOT/ Fauzan
VIVA Jakarta – Pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) telah menerima uang usai menggelar aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, membuat publik terhentak. Mahasiswa diharap menjaga integritasnya untuk mengkritik pemerintah dan menggunakan kebebasan mereka.
Mantan aktivis yang juga Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyinggung soal integritas tersebut. Dalam kehidupan demokrasi, kebebasan berpendapat dan mengkritik menjadi bagian yang penting.
"Saya mendukung kebebasan mahasiswa dalam bersuara dan menyampaikan kritik. Namun kritik itu harus dilandasi integritas yang kuat sehingga benar-benar bertujuan untuk membangun bangsa," kata Yusril, dikutip dari Antara.
Yusril mengatakan keprihatinannya usai pengakuan dari mahasiswa UBK tersebut lantaran menerima uang. Kabarnya, hal itu terjadi setelah aksi mereka diterima oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Meski demikian, Yusril mengapresiasi karena mahasiswa mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
"Sebagai mantan aktivis mahasiswa saya prihatin dengan kejadian itu. Namun kami juga menghargai sikap mereka yang berterus terang mengakui kesalahan dan meminta maaf agar hal serupa tidak terulang," ujarnya.
Pentingnya Integritas
Tangkapan layar - Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra.
- ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Modal penting yang harusnya dimiliki oleh mahasiswa adalah integritas. Apalagi kelak mereka lah yang akan menjadi pemimpin dan pejabat publik. Yusril menegaskan, integritas harus dibangun sejak mahasiswa dan dijaga bahkan sampai mereka menduduku jabatan publik suatu saat nanti.
Dengan memegang integritas ini, lanjut Yusril, maka orang tersebut tidak akan gampang terpengaruh pada kepentingan tertentu. Dia akan tetap berpegang dan berprinsip pada kebenaran.
"Kita berpesan kepada adik-adik mahasiswa supaya tetap menjaga integritas dan perjuangan itu harus murni," katanya.
Akan Menjadi Pejabat Publik Nanti
Nanti, generasi sekarang yang begitu keras mengkritik pemerintah, juga akan menjadi pejabat publik. Generasi yang memegang jabatan publik saat ini akan berganti. Bisa jadi diganti oleh mereka yang aktif mengkritik saat ini.
"Karena ini soal waktu saja. Tetaplah tegar memegang teguh prinsip-prinsip dan jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal seperti itu," kata Yusril.