London Climate Action Week 2026: Menhut RI Gelar Pertemuan Bilateral dengan Utusan Khusus Inggris

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan pertemuan bilateral dengan UK Special Representative for Nature, Ruth Davis, di London
Sumber :
  • Dok. Kemenhut RI

Jakarta Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional di sektor konservasi alam dan pembiayaan berkelanjutan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kehutanan RI dan perwakilan khusus Pemerintah Inggris untuk isu lingkungan.

img_title Muara Angke Jadi Titik Peluncuran Gerakan Pemulihan Ekosistem Nasional

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan pertemuan bilateral dengan Ruth Davis di Kew Gardens Orangery, Selasa (23/6).

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari dialog yang telah berlangsung pada April 2026 sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang konservasi alam, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pembiayaan berkelanjutan bagi kawasan lindung.

img_title El Nino Sangat Kuat Diprediksi Agustus-Oktober, Pemerintah Waspadai Karhutla

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan implementasi Satuan Tugas Konservasi Bentang Alam dan Spesies Ikonik yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.

Satuan tugas itu memiliki mandat untuk memperkuat konservasi, memobilisasi pembiayaan inovatif, mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030, serta membangun model pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

img_title Tiga Taman Nasional Resmi Jadi BLU, Tandai Langkah Awal Satgas Pembiayaan

Menteri Kehutanan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Inggris terhadap agenda konservasi Indonesia, termasuk dukungan awal sebesar GBP 2 juta yang telah diumumkan pada pertemuan Satuan Tugas pada April lalu.

“Indonesia telah memiliki landasan hukum yang kuat serta dukungan politik pada tingkat tertinggi untuk memperkuat konservasi alam. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan mandat tersebut menjadi reformasi kebijakan, proyek percontohan yang dapat direplikasi, dan hasil konservasi yang terukur bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Menteri Kehutanan.

Indonesia juga menegaskan bahwa pengembangan pembiayaan inovatif untuk konservasi merupakan pelengkap pembiayaan pemerintah dan bukan bentuk privatisasi taman nasional.

Seluruh pendekatan yang dikembangkan, lanjut pemerintah, akan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, integritas ekologis, serta manfaat yang adil dan inklusif bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai pengembangan Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) sebagai salah satu model konservasi bentang alam.

Inisiatif tersebut mengintegrasikan perlindungan spesies kunci, penguatan ekonomi masyarakat, serta mobilisasi investasi jangka panjang untuk konservasi.

Saat ini Indonesia memiliki 57 taman nasional dengan luas hampir 18 juta hektare yang menjadi habitat berbagai spesies ikonik dunia dan ekosistem penting.

Halaman Selanjutnya
img_title