Iran Tegaskan Perdamaian Lebanon Jadi Prioritas, Sindir Kekalahan AS di Forum Internasional

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf
Sumber :
  • Dok. WANA

VIVA Jakarta - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf menyampaikan penghentian perang di Lebanon memiliki tingkat kepentingan yang sama dengan upaya mengakhiri konflik yang melibatkan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

img_title JD Vance Soroti Peran Sejumlah Pejabat Israel dalam Konflik Iran, Singgung Upaya Mempengaruhi Kebijakan AS

Berbicara dalam Sidang ke-20 Parliamentary Union of the OIC Member States di Baku, Azerbaijan, Qalibaf menekankan bahwa stabilitas kawasan hanya bisa dicapai melalui penghentian konflik dan penguatan kerja sama antarnegara.

"Gencatan senjata dan mengakhiri perang di Lebanon sama pentingnya bagi kami seperti gencatan senjata dan mengakhiri perang di Iran," kata Qalibaf dikutip dari Anadolu, Kamis, 25 Juni 2026.

img_title AS Berlakukan Lagi Blokade Iran di Selat Hormuz, Trump Usulkan Tarif Keamanan 20 Persen untuk Kapal Kargo

Pernyataan itu jadi salah satu pesan utama Iran dalam forum yang dihadiri ratusan delegasi dari negara-negara anggota Organisation of Islamic Cooperation.

Dalam pidatonya, Qalibaf juga menyinggung perkembangan hubungan Iran dan Amerika Serikat yang saat ini berada dalam fase negosiasi lanjutan.

img_title Kisah di Balik Kapal Jepang yang Diizinkan Melintasi Selat Hormuz, Iran Ungkap Hubungan Bersejarah Sejak 1953

Menurutnya, kesepakatan yang dikenal sebagai Memorandum Islamabad telah menghasilkan dampak politik yang signifikan.

"Memorandum Kesepahaman Islamabad berubah menjadi deklarasi kekalahan Amerika," jelasnya.

Meski demikian, Qalibaf lebih menekankan pentingnya membangun masa depan kawasan melalui pendekatan kolaboratif dibandingkan konfrontasi.

Konflik AS vs Iran yang berpengaruh terhadap pasokan energi dunia dari Selat Hormuz.

Photo :
  • Istimewa/AI

Dorong Keamanan Regional

Qalibaf menegaskan bahwa Iran tak melihat masa depan Timur Tengah melalui ketegangan dan persaingan geopolitik. Tapi, melainkan melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

"Iran melihat masa depan kawasan ini bukan dalam konfrontasi, tetapi dalam interaksi; bukan dalam keamanan impor, tetapi dalam keamanan lokal dan Bersama," ujar Qalibaf.

Menurutnya, tidak ada satu negara pun yang dapat memperoleh rasa aman dengan menciptakan ketidakamanan bagi negara lain.

"Tidak ada negara di kawasan ini yang akan menemukan keamanannya dalam ketidakamanan negara lain," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan harus menjadi tujuan bersama seluruh negara di kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Iran juga menyatakan kesiapan untuk memperluas hubungan dengan negara-negara Islam melalui prinsip saling menghormati dan tidak mencampuri urusan domestik masing-masing.

"Iran siap untuk memperluas kerja sama dengan semua negara Islam berdasarkan rasa saling menghormati, tidak campur tangan dalam urusan internal, hubungan bertetangga yang baik, dan kepentingan Bersama," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title