Bukan Sekadar Kuliah! Mahasiswa Budi Luhur Buktikan Kebudiluhuran Lewat Aksi Nyata
- Istimewa
VIVA Jakarta - Universitas Budi Luhur kembali menyampaikan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tak hanya unggul secara akademik. Namun, juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.
Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan 'One Day Kebudiluhuran: From Culture to Change', Berakar pada Budaya, Bergerak Membawa Dampak, yang jadi puncak mata kuliah Aplikasi Kebudiluhuran bagi mahasiswa baru.
Kegiatan itu berlangsung di Auditorium Graha Mahardhika Bujana, Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026) jadi penutup proses pembelajaran kebudiluhuran yang sudah dijalani mahasiswa selama satu tahun pertama.
Berbagai aktivitas disiapkan untuk mendorong mahasiswa mengimplementasikan nilai-nilai kebudiluhuran secara langsung. Mulai dari bazar amal, seminar inspiratif, hingga pembuatan video refleksi mengenai pengalaman mereka menerapkan nilai-nilai kebudiluhuran dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, MBA, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman teori. Namun, mampu menjadikan nilai kebudiluhuran sebagai bagian dari kehidupan.
"Anak-anak mahasiswa baru telah mengambil mata kuliah yang lengkap, yaitu Pawasan Kebudiluhuran dan Aplikasi Kebudiluhuran. Kegiatan hari ini merupakan wujud penutupan dari mata kuliah Aplikasi Kebudiluhuran melalui kreativitas dalam berbagai kegiatan," kata Kasih, dalam keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.
Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc.,
- Istimewa
Salah satu kegiatan yang jadi perhatian adalah bazar amal yang diikuti puluhan kelompok mahasiswa. Beragam makanan dijual kepada pengunjung dan seluruh hasil penjualannya akan disalurkan kepada panti asuhan serta masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Kasih, kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari nilai kepedulian sosial yang selama ini dipelajari mahasiswa di bangku kuliah.
"Tadi ada kegiatan bazar di lapangan, kemudian kegiatan yang semakin mengasah pemahaman tentang kebudiluhuran," jelas Kasih.
Dia mengatakan salah satu rangkaian dengan kegiatan membuat video pendek tentang pengalaman setelah satu semester.
"Mengaplikasikan nilai-nilai kebudiluhuran. Itu yang paling penting," ujar Kasih.
Selain bazar amal, mahasiswa juga mengikuti seminar bertajuk From Culture to Change dan menampilkan berbagai karya kreatif yang menggambarkan nilai kebudiluhuran dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kasih mengaku bangga melihat perkembangan kreativitas mahasiswa baru tahun ini. Menurutnya, pemaknaan terhadap kebudiluhuran kini semakin luas, mencakup kepedulian, belas kasih, kreativitas, inovasi, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.