Ketahanan Energi Jadi Benteng Baru Pertahanan Nasional, Eddy Soeparno Soroti Dampak Konflik Global

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menggelar rangkaian acara MPR Goes to Campus (MPR GTC) ke-50 di Universitas Pertahanan (Unhan).
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Ketahanan energi dinilai jadi salah satu faktor paling menentukan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan Indonesia. Di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia, isu energi tak lagi dipandang hanya sebagai persoalan ekonomi maupun pasokan.

img_title IKADIM dan Unhan RI Jajaki Kolaborasi Penguatan SDM Unggul Nasional

Namun, isu energi sudah berkembang menjadi bagian penting dari sistem pertahanan nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, saat menggelar program MPR Goes to Campus (GTC) ke-50 di Universitas Pertahanan (Unhan) dengan mengusung tema 'Penguatan Ketahanan Energi Nasional: Menjawab Tantangan Saat Ini dan Masa Depan'.

img_title Pasokan Listrik Disorot, PLTN Disebut Jalan Keluar Menuju Ketahanan Energi Indonesia

Menurut Eddy, penyelenggaraan MPR Goes to Campus di Unhan memiliki makna tersendiri. Selain menandai perjalanan program yang telah menjangkau 50 perguruan tinggi di berbagai daerah. MPR Goes to Campus berlangsung di institusi yang secara khusus mengkaji isu-isu strategis terkait pertahanan dan keamanan nasional.

Eddy menuturkan penyelenggaraan MPR Goes to Campus ke-50 di Unhan memiliki nilai makna yang sangat kuat. 

img_title BBM Non-Subsidi Naik, KMHDI Soroti Dampak Geopolitik Global dan Kondisi Energi Dunia

"Ketahanan energi saat ini tidak lagi semata-mata persoalan ekonomi atau pasokan energi, tetapi telah menjadi bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, kampus ke-50 ini sangat tepat dilaksanakan di Universitas Pertahanan," ujar Eddy, dalam keterangannya dikutip pada Jumat, 3 Juli 2026.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menggelar rangkaian acara MPR Goes to Campus (MPR GTC) ke-50 di Universitas Pertahanan (Unhan).

Photo :
  • Istimewa

Kehadiran Eddy disambut langsung oleh Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., bersama jajaran wakil rektor, dekan, serta Staf Khusus Menteri Pertahanan Dr. Kris Widjojo Supandji.

Dalam pemaparannya, Eddy mengatakan bahwa ketahanan energi merupakan amanat konstitusi sekaligus menjadi salah satu agenda prioritas dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, ketahanan energi harus ditempatkan sebagai bagian integral dari ketahanan nasional.

Ia menjelaskan, dinamika geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan hubungan yang semakin erat antara stabilitas keamanan internasional dan ketahanan energi. Konflik di kawasan Timur Tengah, misalnya, telah memicu gangguan rantai pasok energi dunia yang berdampak pada lonjakan harga energi dan berbagai sektor ekonomi.

Halaman Selanjutnya
img_title