Misteri Mayat Pria Tua di Depan Polda Jambi, Polisi Masih Buru Identitas Korban
- VIVA Jakarta/Syarifuddin Nasution (Jambi)
VIVA Jakarta - Warga yang berada di kawasan depan Polda Jambi digegerkan dengan penemuan sesosok pria lanjut usia tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia di depan sebuah toko, Jumat (3/7).
Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tergeletak di lantai teras toko. Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi jasad korban ke Kamar Mayat Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Salah seorang saksi mata, Idal Falap, mengaku sempat melihat pria tersebut berada di sekitar lokasi sebelum ditemukan meninggal dunia.
Menurutnya, korban awalnya terlihat beristirahat di atas gerobak kayu yang berisi barang-barang rongsokan. Tak lama kemudian, pria itu berpindah tempat dan berbaring di depan toko.
"Saya tidak kenal dengan pria tua meninggal tersebut, karena baru pertama kali melihat," ujarnya.
Saksi lainnya, Edi, mengatakan dirinya sempat berhenti di sebuah warung saat melintas di lokasi. Ketika itu ia melihat seorang pria terbaring di lantai dan mengira korban sedang tidur.
Namun karena korban tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak, warga kemudian memeriksa kondisinya dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
"Kalau menurut warga yang meninggal merupakan pembawa gerobak kayu rongsokan namun saya tidak tau warga mana," katanya.
Sementara itu, PS Paur Siaga SPKT Polda Jambi, Ipda Robby D, membenarkan adanya penemuan mayat pria tanpa identitas tersebut.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat, personel kepolisian langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Kita belum tahu identitasnya dan anggota kepolisian langsung membawanya ke Kamar Mayat Rumah Sakit Bhayangkara Jambi," ujarnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, korban diduga merupakan seorang pemulung yang sehari-hari membawa gerobak kayu berisi barang rongsokan.
Meski demikian, hingga kini identitas korban masih belum diketahui karena tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen lain saat proses evakuasi.
"Identitas mayat kita tidak tau karena saat ditemukan tidak ada KTP dan Masyarakat Jambi yang kehilangan keluarga langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi," katanya.