Soroti Pembangunan Kepemudaan, PP Hikmahbudhi Beri Menpora 'Kartu Kuning'

Ketua Umum PP Hikmahbudhi, Candra Aditiya.
Sumber :
  • Istimewa.

VIVA Jakarta - Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP Hikmahbudhi) mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan kepemudaan. Hal itu penting sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

img_title Distribusi BBM dan Air Bersih Jadi Prioritas Pembangunan Kepulauan Seribu

Sebagai bentuk kritik konstruktif, PP Hikmahbudhi menyampaikan 'kartu kuning' kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Langkah tersebut dimaksudkan sebagai pengingat agar agenda pembinaan dan pemberdayaan pemuda mendapat porsi yang lebih besar dalam kebijakan pemerintah.

PP Hikmahbudhi menilai perhatian Kementerian Pemuda dan Olahraga selama ini masih lebih banyak terfokus pada sektor olahraga. Sementara itu, berbagai program pembinaan kepemudaan dinilai belum memberikan dampak yang dirasakan secara luas oleh organisasi kepemudaan, mahasiswa, maupun komunitas pemuda di berbagai daerah.

img_title Detik-detik Bocah di Manggarai Selamat Setelah 4 Jam Terjebak di Lubang Proyek

Ketua Umum PP Hikmahbudhi Candra Aditiya mengatakan Indonesia saat ini berada pada fase penting dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan karakter, kepemimpinan, kewirausahaan, literasi digital, hingga penguatan organisasi kepemudaan perlu menjadi agenda prioritas pemerintah.

"Kami memberikan kartu kuning kepada Menpora sebagai pengingat bahwa pemuda tidak boleh diposisikan hanya sebagai pelengkap agenda pembangunan. Pemuda adalah subjek utama yang harus dibina secara serius, terukur, dan berkelanjutan," kata Candra kepada wartawan, Senin, 6 Juli 2026.

img_title Menteri Kehutanan: Nature Finance Jadi Pilar Baru Konservasi Indonesia

Candra menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin beragam. Mulai dari meningkatnya angka pengangguran, terbatasnya akses pengembangan kapasitas, hingga masih minimnya ruang untuk berinovasi dan mengembangkan kewirausahaan.

Karena itu, ia berharap Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepemudaan maupun organisasi kemahasiswaan dalam penyusunan serta pelaksanaan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan generasi muda.

"Kami ingin melihat Kemenpora hadir sebagai motor penggerak pembinaan generasi muda. Dengan demikian, tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga memastikan lahirnya ekosistem yang mampu mencetak pemuda yang berkarakter, inovatif, berdaya saing, dan memiliki semangat kebangsaan," ujarnya.

Selain itu, PP Hikmahbudhi juga mendorong adanya evaluasi secara terbuka terhadap seluruh program kepemudaan. Evaluasi tersebut dinilai penting agar setiap program memiliki indikator keberhasilan yang jelas serta memastikan anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title