Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan Resmi Berjalan, Pemerintah Sebut Implementasinya Paling Cepat
- Dok. Istimewa
VIVA Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menilai implementasi perdagangan karbon di sektor kehutanan menjadi salah satu program pemerintah yang paling cepat direalisasikan. Ia mengapresiasi kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni beserta jajaran Kementerian Kehutanan yang dinilai berhasil mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Hashim saat menghadiri peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) di Kementerian Kehutanan, dikutip Selasa (7/7/2026).
“Saya bisa katakan program itu sekarang sudah rampung dan sekarang kita implementasi,” kata Hashim.
Menurut Hashim, tantangan terbesar dalam menjalankan program pemerintah bukan terletak pada penyusunan kebijakan, melainkan pada tahap implementasi di lapangan. Ia mengakui masih ada sejumlah program yang menghadapi berbagai hambatan meski memiliki tujuan yang baik.
“Terus terang saja banyak program-program pemerintah Prabowo Gibran, tujuannya mulia, bagus sekali tujuannya, tapi kita harus akui beberapa program terhalangi dengan implementasi. Kerja nyata bagus tujuan mulia, tapi implementasinya kurang baik,” ujar Hashim.
Namun, ia menilai program perdagangan karbon di sektor kehutanan menjadi pengecualian karena mampu bergerak cepat dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan.
“Tapi yang saya bisa saksi, program ini yang paling cepat dan saya bisa katakan program ini yang sempurna tidak ada cacat, luar biasa. Program ini yang paling cepat dan saya bisa katakan program ini yang sempurna, tidak ada cacat. Luar biasa,” ujarnya.
Hashim mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan yang bekerja bersama dalam satu ekosistem.
“Program ini lintas departemen, lintas kementerian, lintas lembaga, lintas sektoral, dan ini yang paling berhasil. Luar biasa ini, kita berbangga,” sambung Hashim.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Raja Juli Antoni yang dinilai berhasil mengakselerasi pelaksanaan perdagangan karbon hingga menghasilkan proyek-proyek yang siap diperdagangkan.
Menurut Hashim, kesiapan tersebut membuat peluncuran SRUK (Sistem Registri Unit Karbon) pada 9 Juli mendatang dapat langsung diikuti dengan aktivitas perdagangan.