China Desak AS Cabut Embargo terhadap Kuba, Tegaskan Penolakan atas Sanksi Sepihak

Ilustrasi ekspor impor
Sumber :
  • ANTARA/Unggul Tri Ratomo

VIVA Jakarta – Pemerintah China kembali menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) agar menghentikan kebijakan embargo dan sanksi terhadap Kuba yang telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun. Beijing menilai langkah tersebut telah memberikan tekanan besar terhadap kehidupan masyarakat Kuba dan bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.

img_title JD Vance Soroti Peran Sejumlah Pejabat Israel dalam Konflik Iran, Singgung Upaya Mempengaruhi Kebijakan AS

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan negaranya secara konsisten menolak segala bentuk blokade, tekanan, maupun sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional. Ia juga menegaskan dukungan penuh China terhadap Kuba dalam mempertahankan kedaulatan nasional serta menghadapi campur tangan dari pihak luar.

Pernyataan tersebut disampaikan Mao dalam konferensi pers rutin di Beijing sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel, yang sebelumnya menyebut embargo Amerika Serikat telah menimbulkan tekanan ekonomi yang sangat berat bagi negaranya.

img_title AS Berlakukan Lagi Blokade Iran di Selat Hormuz, Trump Usulkan Tarif Keamanan 20 Persen untuk Kapal Kargo

Menurut Díaz-Canel, dampak embargo yang diberlakukan Washington kini telah mencapai tingkat yang tidak lagi dapat ditoleransi. Pemerintah Kuba bahkan meminta agar Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar sidang khusus untuk membahas kebijakan tersebut.

Mao menilai embargo ekonomi yang telah diterapkan Amerika Serikat selama lebih dari enam dekade membawa konsekuensi serius bagi masyarakat Kuba. Ia menyebut berbagai pembatasan yang diberlakukan tidak hanya menghambat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

img_title Kisah di Balik Kapal Jepang yang Diizinkan Melintasi Selat Hormuz, Iran Ungkap Hubungan Bersejarah Sejak 1953

Ia juga menyoroti kebijakan terbaru Amerika Serikat yang dinilai kembali memperketat sanksi terhadap Kuba. Menurutnya, langkah tersebut semakin memperberat kondisi sosial dan ekonomi negara itu serta memicu keprihatinan dari berbagai pihak di dunia internasional.

"China selalu menentang sanksi sepihak yang tidak sesuai dengan hukum internasional. Kami mendesak Amerika Serikat menghentikan blokade, tekanan, dan berbagai tindakan yang menghambat hak rakyat Kuba untuk hidup dan berkembang," kata Mao.

Selain meminta penghentian embargo, China kembali menegaskan dukungannya terhadap hak Kuba dalam menentukan arah pembangunan tanpa intervensi dari negara lain. Mao menyatakan bahwa prinsip menghormati kedaulatan setiap negara harus menjadi landasan dalam hubungan internasional.

Ia menambahkan, China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong terciptanya sistem global yang lebih adil, setara, dan menghormati kedaulatan seluruh negara.

Halaman Selanjutnya
img_title