China Desak AS Cabut Embargo terhadap Kuba, Tegaskan Penolakan atas Sanksi Sepihak
- ANTARA/Unggul Tri Ratomo
Embargo Amerika Serikat terhadap Kuba sendiri telah menjadi salah satu isu yang paling lama diperdebatkan dalam hubungan internasional. Kebijakan tersebut diberlakukan sejak awal 1960-an dan hingga kini masih menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Selama bertahun-tahun, mayoritas anggota Majelis Umum PBB berulang kali mengeluarkan resolusi yang menyerukan diakhirinya embargo terhadap Kuba. Namun, hingga saat ini kebijakan tersebut masih tetap berlaku dan terus menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional.
Melalui pernyataan terbarunya, China kembali menegaskan posisi bahwa penyelesaian persoalan antara Amerika Serikat dan Kuba seharusnya dilakukan melalui dialog, kerja sama, dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui sanksi ekonomi maupun tekanan politik yang dinilai dapat memperburuk kondisi kehidupan masyarakat sipil.