Viral Manager Bank Swasta Mengaku Alami Dugaan Kekerasan

Ilustrasi kekerasan terhadap wanita
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Jakarta Seorang Branch Manager sebuah bank swasta berinisial SA mengaku mengalami dugaan kekerasan fisik dan tindakan yang dinilai merendahkan martabat dalam sebuah pertemuan di lingkungan kerja. 

img_title Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa Perempuan Disabilitas di Jagakarsa

Pengakuan tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya, Sogi Bagaskara, yang menyebut peristiwa itu terjadi saat kliennya dipanggil oleh seorang pengusaha berinisial HT terkait dugaan persoalan penyelenggaraan dana.

Menurut Sogi, pertemuan tersebut diduga berujung pada tindakan kekerasan terhadap kliennya. “Klien saya ditampar, bahkan mulutnya dimasukkan sepatu. Itu bentuk kekerasan yang tidak bisa dibenarkan,” kata Sogi, Rabu (8/7/2026).

img_title Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror di Hari Pertama Sekolah di SDN Srengseng Sawah 15

Dalam video yang beredar, SA juga menyampaikan pengakuan serupa. Ia mengaku mendapat perlakuan kasar secara fisik maupun verbal di hadapan sejumlah orang.

“Saya dimaki, dibentak, disuruh buka sepatu, lalu dipukul. Semua orang di situ melihat, tapi tidak ada yang menghentikan,” ujar SA.

img_title Pengamen Tewas Usai Dikeroyok Massa di Rusun Jatinegara, Polisi Ungkap Dugaan Pemicunya

SA juga mengaku dipaksa membuka pakaian serta dituduh melakukan berbagai hal yang menurutnya tidak berdasar. “Saya diminta buka baju, dituduh macam-macam. Saya merasa sangat direndahkan. Kalau memang saya salah, seharusnya dibicarakan baik-baik, bukan dengan kekerasan,” tuturnya.

Menurut pengakuan SA, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan kerja dan disaksikan sejumlah orang, termasuk atasannya. “Ada yang melihat, bahkan pimpinan, tapi tidak ada yang menolong. Saya hanya bisa pasrah,” ucapnya.

Sementara itu, Sogi mengatakan pihaknya belum mengajukan laporan polisi karena masih memprioritaskan pendampingan terhadap kliennya. Meski demikian, ia memastikan laporan akan diajukan setelah mempertimbangkan kondisi korban dan berbagai aspek lainnya.

Di sisi lain, Legal Counsel MNC Group, Chris Taufik, membantah seluruh tuduhan yang disampaikan SA. Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan fitnah dan pencemaran nama baik.

Chris juga menyatakan SA saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan oleh kepolisian terkait dugaan pengambilan dana milik MNC Bank. “Terhadap seseorang yang bernama SAS memang benar saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian dikarenakan adanya dugaan kuat telah mencuri/mengambil dana milik MNC Bank,” ujarnya dikutip dari tvonenews.com

Hingga berita ini ditulis, belum ada putusan pengadilan yang menetapkan kebenaran atas pengakuan maupun bantahan dari masing-masing pihak. Proses hukum terkait dugaan kekerasan yang disampaikan SA juga belum dimulai karena laporan polisi masih dalam tahap persiapan, sementara dugaan yang disampaikan MNC Group disebut masih dalam proses pemeriksaan oleh kepolisian.