Polisi Buru Terduga Pelaku Rudapaksa Perempuan Disabilitas di Jagakarsa
- Pixabay
VIVA Jakarta - Polisi memburu pria yang diduga melakukan tindak pidana rudapaksa terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas berinisial DH (25) di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah korban diketahui hamil dan telah melahirkan seorang bayi laki-laki.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan penyidik terus melakukan pencarian terhadap terduga pelaku. Salah satu petunjuk yang dimiliki penyidik berasal dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
"Pelakunya kita cari, ya. Jadi yang bertopi, ya ada di situ kita cari," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Nurma menjelaskan rekaman CCTV telah diperiksa. Namun, upaya identifikasi belum membuahkan hasil lantaran warga setempat, baik pengurus RT maupun RW, tidak mengenali pria yang diduga sebagai pelaku.
Proses penyelidikan juga menghadapi tantangan karena korban merupakan penyandang tuna wicara. Kondisi itu membuat korban memiliki keterbatasan dalam memberikan keterangan terkait identitas maupun ciri-ciri pelaku.
Sementara itu, korban diketahui telah melahirkan seorang bayi laki-laki pada Juni 2026 di Rumah Sakit Aulia Jagakarsa. Karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, bayi tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial.
Nurma mengaku memperoleh informasi tersebut langsung dari ayah korban yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek daring.
"Saya dapat informasi langsung dari bapak korban, bahwa memang bayi tersebut sudah ditaruh di atau diserahkan ke Dinas Sosial. Ya, kemarin setelah dia melahirkan," ujar Nurma.
Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan setelah informasi mengenai dugaan rudapaksa terhadap perempuan disabilitas beredar luas di media sosial.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, keluarga korban pertama kali melaporkan dugaan tindak pidana tersebut pada 30 Maret 2026. Namun, proses penanganan sempat terkendala biaya pemeriksaan visum.
Laporan kemudian diajukan kembali oleh keluarga pada 5 April 2026 agar penyelidikan dapat dilanjutkan.
Hingga kini, penyidik Polsek Jagakarsa masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk menelusuri identitas pria yang diduga terekam CCTV. Polisi berharap keberadaan pelaku segera terungkap agar proses hukum dapat berjalan dan memberikan keadilan bagi korban.