Rencana Serangan Acak di Tokyo Berhasil Digagalkan, Polisi Jepang Tangkap Pria yang Diduga Akan Bunuh Warga Secara Acak
- ANTARA/HO
VIVA Jakarta – Aparat kepolisian Jepang berhasil menggagalkan dugaan aksi pembunuhan secara acak yang direncanakan terjadi di Tokyo. Seorang pria berusia 53 tahun diamankan setelah diduga telah menyiapkan perjalanan menuju ibu kota Jepang dengan membawa senjata tajam untuk melancarkan aksinya.
Dikutip dari laman Jepang The Mainichi, pria yang ditangkap tersebut diketahui bernama Katsumi Mori, warga Kota Namerikawa, Prefektur Toyama. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai seseorang yang diduga sedang mempersiapkan serangan terhadap warga secara acak.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Mori diduga telah membeli tiket bus menuju Tokyo sebagai bagian dari rencana perjalanannya. Polisi juga menemukan sebilah pisau yang telah disimpan di dalam tas miliknya. Barang tersebut diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan yang direncanakannya.
Setelah mengumpulkan bukti awal dan memastikan identitas terduga pelaku, polisi bergerak cepat melakukan penangkapan sebelum ia sempat berangkat menuju Tokyo. Langkah cepat aparat dinilai berhasil mencegah potensi jatuhnya korban jiwa apabila rencana tersebut benar-benar terlaksana.
Dalam pemeriksaan, Mori mengungkapkan alasan yang mendorongnya merencanakan aksi tersebut. Ia mengaku mengalami tekanan ekonomi yang semakin berat akibat meningkatnya biaya hidup. Kondisi tersebut, menurut pengakuannya kepada penyidik, membuatnya kehilangan harapan untuk melanjutkan hidup.
Tersangka juga mengaku memiliki keinginan untuk mendapatkan hukuman mati. Ia bahkan meyakini bahwa melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak dikenalnya di Tokyo akan membuat dirinya dijatuhi hukuman paling berat berdasarkan sistem hukum Jepang. Selain itu, ia juga mengaku sempat berpikir kemungkinan dirinya akan ditembak mati oleh aparat ketika menjalankan aksinya.
Meski demikian, rencana tersebut tidak pernah terlaksana karena polisi lebih dahulu menerima laporan mengenai dugaan ancaman tersebut. Informasi yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga akhirnya mengarah kepada Mori.
Polisi kemudian mengamankan pria tersebut sehari setelah diduga mulai melakukan persiapan keberangkatan. Hingga kini, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memastikan sejauh mana rencana tersebut telah disusun dan apakah ada pihak lain yang ikut terlibat.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya respons cepat aparat terhadap setiap informasi yang berpotensi mengancam keselamatan publik. Penyelidikan yang berawal dari sebuah laporan berhasil mencegah dugaan tindak kejahatan serius sebelum terjadi.