Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Strategi Tekan Karhutla
- Dok. Ist
VIVA Jakarta – Kementerian Kehutanan memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah utama menghadapi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama tahun ini. Upaya tersebut diarahkan untuk menekan jumlah kejadian karhutla melalui pembenahan sistem pengendalian dan tata kelola penanganan di lapangan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan berbagai langkah konkret harus dipersiapkan sejak dini agar pengendalian karhutla dapat berjalan lebih efektif. Menurutnya, fokus pemerintah tidak hanya pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mencegah agar jumlah kejadian dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Hal-hal apa yang kita lakukan secara konkret agar kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini dan tahun depan bisa kita kendalikan dengan lebih baik, angkanya lebih turun. Idealnya kalau bisa zero karhutla mungkin itu sangat ideal, tapi paling tidak angkanya bisa kita tekan semaksimum mungkin,” kata Menhut Raja Juli Antoni dalam rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan di Kantor Kementerian Kehutanan.
Sebagai bagian dari penguatan pengendalian, Kementerian Kehutanan akan mengevaluasi berbagai instrumen penanganan karhutla. Evaluasi mencakup kebutuhan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) di wilayah rawan, hingga kesiapan personel dan peralatan di lapangan.
Menurut Raja Juli, seluruh dukungan tersebut harus dihitung berdasarkan kebutuhan riil agar penanganan karhutla dapat berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain memperkuat aspek operasional, Raja Juli juga menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola dan regulasi sebagai fondasi pengendalian karhutla dalam jangka panjang.
“Yang saya inginkan adalah perbaikan struktural, jadi bukan hanya kasus. Ada regulasi apa yang perlu diperbaiki, harus apa yang kita lakukan sehingga sifatnya berubah struktural dan long term, sehingga ada sesuatu yang lebih ajeg untuk teman-teman bergerak memperbaiki,” ujarnya.
Ia menilai pengendalian karhutla tidak cukup dilakukan melalui penanganan insidental, melainkan memerlukan sistem yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan agar upaya pencegahan dapat memberikan hasil yang lebih optimal pada tahun-tahun mendatang.