Polisi Beberkan Penyebab Tabrakan Beruntun Empat Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek
- AI
VIVA Jakarta - Satuan Patroli Jalan Raya Cikampek Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkap penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan di Ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 26.600 Jalur B atau arah Jakarta.
Insiden itu terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026, sekitar pukul 05.01 WIB. Dari hasil penyelidikan awal menunjukkan kecelakaan dipicu karena salah satu pengemudi tidak mampu mengantisipasi jarak aman saat arus kendaraan di lajur cepat mengalami perlambatan.
Kondisi tersebut kemudian memicu tabrakan berantai yang melibatkan mobil pribadi, kendaraan niaga hingga truk ringan.
Kepala Induk PJR Cikampek Korlantas Polri, Kompol Sandy Titah Nugraha, menjelaskan insiden berawal saat keempat kendaraan bergerak searah dari arah Cikampek menuju Jakarta (Jaya).
"Setibanya di lokasi kejadian (KM 26.600), dua kendaraan yang berada di barisan depan tengah melaju di Lajur 4 (lajur paling kanan/cepat)," kata Sandy, dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Dua kendaraan yang berada di depan adalah Jeep Lexus berpelat nomor B 2735 UJC dan mobil listrik BYD Seal berpelat nomor B 1303 UDO.
Menurut Sandy, saat melintas di lajur 4, arus lalu lintas tiba-tiba melambat sehingga kedua kendaraan tersebut melakukan pengereman.
"Pengemudi Jeep Lexus dan BYD Seal di belakangnya secara refleks melakukan pengereman untuk menyesuaikan kecepatan," ujar Sandy.
Melihat kondisi tersebut, kendaraan ketiga berupa Isuzu Traga berpelat nomor B 9269 SVT yang dikemudikan Fikriadi berusaha menghindari tabrakan dengan berpindah ke lajur tiga yang dinilai lebih lengang.
Namun, proses perpindahan lajur belum selesai sepenuhnya sehingga bagian belakang kendaraan masih berada di lajur empat.
"Bagian ekor atau belakang mobil Isuzu Traga dilaporkan masih tertinggal dan menutup sebagian Lajur 4," jelasnya.
Pada saat bersamaan, sebuah truk ringan berpelat nomor BE 8309 AML melaju di lajur empat. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, pengemudi tidak mampu menghentikan kendaraan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
"Sehingga langsung menghantam bagian belakang Isuzu Traga yang belum sepenuhnya pindah lajur. Benturan keras ini memicu efek domino ke kendaraan di depannya," jelas Sandy.
Benturan dari truk mendorong Isuzu Traga hingga menabrak BYD Seal. Selanjutnya, BYD Seal terdorong ke depan dan menghantam Jeep Lexus yang berada di posisi paling depan sehingga terjadi tabrakan beruntun.