Trump Pertimbangkan Serangan Lebih Besar ke Iran, Teheran Balas dengan Ancaman Keras

Ilustrasi konflik Amerika Serikat (AS) vs Iran.
Sumber :
  • Istimewa/AI

VIVA Jakarta - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan sedang mempertimbangkan operasi militer dalam skala yang lebih besar terhadap Teheran

img_title IRGC Klaim Teknologi Canggih AS Tak Mampu Lolos dari Pengawasan Iran di Selat Hormuz

Pernyataan Trump itu muncul saat serangan udara AS ke Iran terus berlangsung hingga malam ke-13 berturut-turut.

Trump mengisyaratkan bahwa dirinya hampir mengambil keputusan terkait eskalasi operasi militer. Presiden kontroversial itu menilai Iran belum merasakan dampak yang cukup dari serangan yang dilakukan Washington.

img_title Serangan Israel Kembali Hantam Gaza, Lima Warga Palestina Tewas dan 30 Terluka

"Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran terhadap Iran karena mereka belum mendapatkan cukup penderitaan," kata Trump dikutip dari Aljazeera, Jumat, 24 Juli 2026.  

Ia juga menyebut dirinya hampir mengambil keputusan untuk melanjutkan operasi militer dalam skala besar.

img_title Iran Klaim Serang Tiga Kapal Tanker di Selat Hormuz, Kapal Terkait AS Juga Jadi Sasaran

Di lapangan, serangan udara AS kembali menghantam sejumlah wilayah Iran. Media Iran melaporkan ledakan terjadi di beberapa kota, termasuk Khorramabad, Jask, Ahvaz, dan Bandar Abbas.

Di dekat Ahvaz, serangan rudal dilaporkan menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya. Sementara itu, serangan di Khorramabad dan kota pelabuhan Bandar Abbas masing-masing menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.

Warga Iran bawa bendera dan foto Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Photo :
  • Dok. WANA

Pemerintah Iran merespons keras pernyataan Trump maupun rangkaian serangan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa tekanan militer justru akan memperburuk situasi dan meningkatkan konsekuensi bagi AS.

"Agresi tanpa akal sehat hanya akan membuat Trump membayar harga yang lebih mahal untuk kesepakatan mengakhiri perang," ujar Abbas Araghchi.

Bentrokan Berdarah Pecah di Tepi Barat

Di tengah meningkatnya ketegangan Iran-AS, situasi keamanan di Tepi Barat yang diduduki juga kembali memanas.

Sedikitnya empat warga Palestina dan seorang pemukim Israel dilaporkan tewas dalam baku tembak di sekitar permukiman Havat Gilad.

Menurut keterangan dari sumber-sumber Palestina, insiden bermula ketika sekelompok besar pemukim Israel memasuki Desa Till dengan alasan melakukan aktivitas pendakian di kawasan tersebut.

Warga Palestina menyebut para pemukim kemudian melepaskan tembakan ke arah rumah-rumah penduduk, sehingga memicu bentrokan bersenjata.

Salah satu versi yang beredar menyebut seorang warga Palestina sempat merebut senjata milik petugas keamanan Israel yang bertugas mengawal para pemukim, lalu menggunakannya dalam baku tembak.

Halaman Selanjutnya
img_title