Viral di TikTok, Peternak Segel Kantor PLN Palangka Raya Protes Pemadaman Listrik

Massa Segel dan Buang Bangkai Ayam ke Kantor PLN Palangka Raya
Sumber :
  • Dok. Ist

VIVA Jakarta – Aksi protes terhadap pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Tengah menjadi sorotan setelah video penyegelan sementara Kantor PLN UP3 Palangka Raya viral di media sosial TikTok. Aksi yang dilakukan Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) bersama Persatuan Insan Perunggasan (Insar) Kalimantan Tengah itu diunggah akun @CeritaOomBM pada Senin (3/8).

img_title Masuki Hari Ketujuh, Basarnas Kerahkan 18 Kapal Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Dalam video tersebut, massa menyegel sementara Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani. Selain itu, mereka juga mengirim bangkai ayam yang telah membusuk ke halaman kantor sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik yang dinilai merugikan para peternak.

“Harus pakai cara ekstrim begini supaya telinga dan empati manajemen PLN berfungsi. Kalau sudah dipancing pakai aroma busuk bangkai ayam, semoga bau busuk ribuan ayam di kantor kalian sukses menempel di ruang AC yang nyaman itu yang dibayar dari keringat rakyat yang kalian busukkan,” kata akun tersebut.

img_title Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia Minggu Pagi, Masuk Kategori Tak Sehat

Dalam unggahannya, akun itu menjelaskan sebagian besar peternakan ayam di Kalimantan Tengah menggunakan sistem kandang tertutup (close house) yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan kipas ventilasi dan menjaga sirkulasi udara.

Saat listrik padam, suhu di dalam kandang disebut meningkat dengan cepat sehingga menyebabkan ayam stres, lemas, hingga mati massal.

img_title Sampah Menumpuk di Gang Macan Dikeluhkan Warga, Sudin LH Jakbar Turun Tangan

Menurut unggahan tersebut, meski sebagian peternak memiliki genset cadangan, biaya operasionalnya dinilai terlalu tinggi untuk digunakan dalam waktu lama.

“Genset cadangan ada tapi biaya operasionalnya terlalu mahal untuk dipakai terus-menerus. Peternak melaporkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan satu kandang berkapasitas 40 ribu ekor bisa rugi hingga Rp360 juta,” tulis akun itu.

Para peternak juga menuntut PLN segera memulihkan pasokan listrik, memberikan penjelasan atas gangguan yang terjadi, serta bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami. Mereka bahkan mengancam akan kembali mengirim bangkai ayam apabila tidak ada solusi konkret.

“Telat bayar semenit, surat peringatan datang secepat kilat. Ribuan ayam peternak mati karena listrik mati berhari-hari, PLN-nya mendadak amnesia,” tulis akun tersebut.

Akun itu juga menyindir mekanisme kompensasi yang dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang dialami peternak.

Halaman Selanjutnya
img_title