Turkiye Nilai Serangan Israel di Gaza Ganggu Jalan Menuju Perdamaian

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan tentara Israel.
Sumber :
  • Instagram B. Netanyahu

VIVA Jakarta – Pemerintah Turkiye menilai serangan Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza telah mengganggu berbagai upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata dan menciptakan perdamaian di wilayah Palestina.

img_title OKI Kecam Operasi Militer Israel di Kamp Pengungsi Qalandiya, Serukan Aksi Nyata Komunitas Internasional

Penilaian tersebut disampaikan ketika sejumlah inisiatif diplomatik masih berjalan untuk mencari jalan keluar dari konflik Gaza. Turkiye melihat serangan terbaru justru berpotensi menghilangkan momentum positif yang mulai muncul dalam proses perundingan untuk menghentikan pertempuran.

Juru Bicara Kepresidenan Turkiye, Burhanettin Duran, mengatakan serangan yang mengenai masyarakat sipil dan fasilitas kesehatan menjadi salah satu faktor yang semakin memperumit upaya mencapai penyelesaian secara damai.

img_title Hamas Tegaskan Belum Mau Lucuti Senjata Sebelum Israel Tarik Pasukan dari Gaza

Melalui unggahan di media sosial X, Duran menyatakan bahwa serangan Israel terjadi pada saat sejumlah langkah diplomatik mulai menumbuhkan harapan terhadap kemungkinan tercapainya gencatan senjata dan perdamaian yang lebih permanen di Gaza.

Menurut Duran, serangan terhadap warga sipil serta infrastruktur kesehatan tidak hanya memperburuk kondisi kemanusiaan, tetapi juga dapat menghambat berbagai inisiatif yang tengah diarahkan untuk menghentikan konflik.

img_title Masyarakat Sipil Soroti Deportasi Aktivis Palestina, Desak RI Pastikan Tak Ada Pelanggaran HAM

Ia turut menyoroti korban dari kalangan perempuan dan anak-anak yang terdampak dalam serangan tersebut. Duran menilai kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan kecenderungan untuk memperburuk situasi ketimbang membuka ruang bagi penyelesaian konflik melalui jalur damai.

Turkiye kemudian meminta komunitas internasional meningkatkan tekanan dan mengambil langkah yang lebih efektif untuk meredakan situasi. Ankara menilai kebijakan yang memperpanjang kekerasan di Gaza berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Seruan tersebut muncul ketika jalur diplomatik untuk mengakhiri konflik Gaza masih terus diupayakan oleh sejumlah negara. Bagi Turkiye, keberhasilan proses diplomasi sangat bergantung pada penghentian kekerasan serta adanya komitmen untuk melindungi masyarakat sipil.

Sebelumnya, militer Israel pada Minggu, 2 Agustus 2026, mengumumkan bahwa pasukannya telah menewaskan tiga pejuang Palestina di Jalur Gaza. Israel menyebut ketiga orang tersebut diduga sedang mempersiapkan serangan terhadap pasukan Israel.

Perkembangan itu menjadi bagian dari situasi keamanan yang masih berlangsung di Gaza. Di tengah operasi militer tersebut, berbagai pihak tetap berusaha mendorong terciptanya kesepakatan yang dapat menghentikan konflik dan membuka akses bantuan kemanusiaan secara lebih luas.

Halaman Selanjutnya
img_title