Soroti Angka Anak Tidak Sekolah yang Tinggi, Wamen Fajar Minta Aktifkan Semua Jalur Pendidikan
- Kemendikdasmen
VIVA Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mendorong semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi. Mengaktifkan semua jalur pendidikan yang tersedia. Desakan itu disampaikan Wamen Fajar, terkait angka anak tidak sekolah (ATS) di Jawa Barat yang termasuk tinggi.
Hal tersebut disampaikan dalam Audiensi dan Dialog mengenai Kebijakan serta Penguatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Sukabumi, Rabu kemarin, di SMP Negeri 1 Cikembar.
Merujuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PP ATS), Fajar menyebut ada tiga kelompok yang masuk dalam kategori anak tidak sekolah.
“Pertama, anak yang tidak pernah sekolah sama sekali. Kedua, anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ketiga, anak yang drop out,” jelas Fajar, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.
Lebih lanjut Fajar mengatakan, anak-anak yang masuk ketiga kategori itu tidak harus ke pendidikan formal. Bisa melalui nonformal seperti di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dengan mengambil jalur ijazah paket.
“Pendidikan formal dan nonformal merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam ekosistem pendidikan nasional kita. Selain itu, posisi pendidikan formal dan nonformal itu sama dan setara,” jelas Fajar.
Fajar menyinggung soal rendahnya angka partisipasi sekolah (APS) khususnya untuk jenjang SMA/sederajat. Gebrakan yang dilakukan pemerintah mengatasi itu, dengan mengaktivasi jalur-jalur pendidikan yang tidak hanya bertumpu pada model sekolah formal atau reguler belaka.
“Untuk mengikis ATS tersebut, kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). PJJ ini menjadi salah satu solusi bagi anak-anak yang tidak sekolah, baik itu karena keterbatasan lokasi maupun ekonomi,” tuturnya.
Untuk revitalisasi sekolah di Kabupaten Sukabumi, mengalami kenaikan dari sebelumnya. Ia berharap bantuan ini dapat dijalankan secara amanah dan sebagaimana mestinya serta berdampak pada kemajuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.
“Perbaikan sarana dan prasarana melalui revitalisasi sekolah ini diharapkan memiliki dampak pada perbaikan ekosistem pendidikan yang ada di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus memperbaiki kualitas layanan pendidikan di berbagai wilayah.