OKI Kecam Operasi Militer Israel di Kamp Pengungsi Qalandiya, Serukan Aksi Nyata Komunitas Internasional

Warga Palestina mengungsi imbas invasi Israel.
Sumber :
  • Akun X UNRWA.es

VIVA Jakarta – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) kembali menyuarakan kecaman terhadap tindakan militer Israel di wilayah Palestina. Kali ini, organisasi yang beranggotakan 57 negara tersebut mengecam serangan yang terjadi di Kamp Pengungsi Qalandiya, yang berada di bagian utara Yerusalem Timur yang diduduki.

img_title IRGC Klaim Teknologi Canggih AS Tak Mampu Lolos dari Pengawasan Iran di Selat Hormuz

Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis, 6 Agustus 2026, Sekretariat Jenderal OKI menyatakan bahwa operasi militer Israel di kamp pengungsi tersebut merupakan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional serta berbagai ketentuan hukum humaniter yang berlaku dalam situasi konflik bersenjata.

OKI juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap laporan yang menyebutkan adanya kemungkinan perluasan operasi militer Israel ke sejumlah kamp pengungsi lainnya di kawasan Tepi Barat. Menurut organisasi tersebut, perkembangan itu berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan yang telah berlangsung di wilayah Palestina.

Dalam pernyataannya, OKI menilai serangan terhadap Kamp Pengungsi Qalandiya bukan sekadar insiden terpisah, melainkan bagian dari rangkaian tindakan yang dinilai berdampak besar terhadap keberadaan kamp-kamp pengungsi Palestina. Organisasi itu menyebut berbagai langkah tersebut sebagai ancaman terhadap hak-hak para pengungsi serta keberlangsungan lembaga-lembaga yang memberikan bantuan kemanusiaan.

Selain menyoroti kondisi di Tepi Barat, OKI juga menyinggung situasi di Jalur Gaza yang hingga kini masih menghadapi dampak konflik berkepanjangan. Organisasi tersebut menyatakan keprihatinan atas kerusakan yang terus terjadi serta meningkatnya tekanan terhadap masyarakat sipil di wilayah tersebut.

OKI turut memberikan perhatian terhadap Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Menurut organisasi itu, berbagai tindakan yang menyasar institusi, fasilitas, maupun personel UNRWA dapat menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi jutaan warga Palestina yang bergantung pada layanan badan tersebut.

Lebih jauh, OKI berpandangan bahwa berbagai tindakan tersebut berpotensi melemahkan fondasi hukum, politik, dan kemanusiaan yang selama ini menjadi dasar penyelesaian isu pengungsi Palestina. Oleh karena itu, organisasi tersebut menilai perlindungan terhadap para pengungsi dan lembaga kemanusiaan harus menjadi perhatian utama masyarakat internasional.

Sebagai tindak lanjut, OKI mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan operasi militer Israel di Kamp Pengungsi Qalandiya maupun kamp-kamp pengungsi Palestina lainnya di wilayah Tepi Barat.

Organisasi tersebut juga menyerukan dukungan berkelanjutan kepada UNRWA agar badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu tetap dapat menjalankan tugas kemanusiaannya dalam memberikan pelayanan bagi para pengungsi Palestina.

Selain itu, OKI kembali menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak-hak pengungsi Palestina, termasuk hak untuk kembali ke tempat tinggal mereka sebagaimana diatur dalam berbagai resolusi PBB, terutama Resolusi 194.

Melalui pernyataan tersebut, OKI berharap masyarakat internasional dapat meningkatkan upaya diplomatik dan kemanusiaan guna mencegah meluasnya konflik, melindungi warga sipil, serta mendukung terciptanya penyelesaian damai yang berlandaskan hukum internasional dan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 
 
 
Halaman Selanjutnya
img_title