El Nino Sangat Kuat Diprediksi Agustus-Oktober, Pemerintah Waspadai Karhutla
- Dok. Ist
VIVA Jakarta – Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El Nino yang diperkirakan sangat kuat pada Agustus hingga Oktober 2026.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena kekuatan El Nino tahun ini diperkirakan dapat menyerupai kondisi pada 2015, ketika Indonesia menghadapi karhutla dalam skala besar.
“Kita benar-benar harus waspada soal Karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah Elnino Sangat Kuat. Sering disebut Elnino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku. Menurut BMKG kemungkinan Elnino sama kuatnya dengan Elnino 2015,” kata Menhut Raja Antoni.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Antoni seusai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Kantor Kemenko Polkam, Senin (10/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat langkah antisipasi karhutla, terutama pada periode Agustus-Oktober. Seluruh unsur terkait didorong meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi potensi dampak kebakaran.
Raja Antoni mengingatkan besarnya dampak karhutla yang terjadi pada 2015. Saat itu, sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar dan dampaknya meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Seperti diketahui pada 2015, 2,6 juta hektar hutan dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup. Rumah sakit penuh oleh masyarakat yang terserang ISPA,” ujarnya.
Menurut Raja Antoni, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran agar potensi karhutla tahun ini dapat ditekan. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan sejak dini menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering.
Raja Antoni juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang meluas dan akan ditindak sesuai ketentuan hukum.
Selain pembukaan lahan, ia mengingatkan sumber api dapat berasal dari aktivitas sederhana yang dilakukan tanpa kewaspadaan, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.