Iran Beri Syarat Selat Hormuz Dibuka Lagi, Minta AS Hentikan Agresi
- Myedisi.com
VIVA Jakarta – Iran menyampaikan sejumlah persyaratan kepada Amerika Serikat (AS) jika ingin Selat Hormuz kembali dibuka. Teheran meminta Washington menghentikan agresi, mengembalikan aset Iran yang dibekukan, serta mengakhiri konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan, tuntutan tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat melalui pihak yang berperan sebagai mediator. Menurutnya, penghentian konflik menjadi salah satu hal utama yang harus dipenuhi sebelum pembahasan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dapat dilakukan.
"Amerika harus mengakhiri perang, mengembalikan aset Iran yang dibekukan, dan perang di seluruh kawasan, termasuk Lebanon dan Gaza, harus berakhir. Syarat-syarat ini beserta ketentuan lainnya telah disampaikan kepada mereka melalui mediator," kata Rezaei pada Selasa (11/8), sebagaimana dikutip Press TV.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali berada dalam situasi yang tegang. Kedua negara sebelumnya sempat mencapai kesepahaman untuk menghentikan konflik, tetapi kesepakatan tersebut kemudian tidak lagi berjalan.
Pada 18 Juni, Teheran dan Washington diketahui menandatangani nota kesepahaman atau MoU yang ditujukan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari. Namun, perkembangan situasi berubah beberapa pekan kemudian.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Juli menyatakan bahwa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati sudah tidak berlaku. Setelah itu, serangkaian serangan kembali terjadi antara kedua pihak.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan serangan yang dilakukan pasukan AS merupakan respons terhadap tindakan Iran yang berkaitan dengan kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Iran kemudian memberikan respons dengan melakukan serangan terhadap sejumlah pangkalan Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Ketegangan tersebut turut memengaruhi kondisi di Selat Hormuz. Iran pada 12 Juli kembali mengumumkan penutupan jalur perairan strategis tersebut.
Teheran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir. Keputusan tersebut muncul setelah kembali terjadi aksi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Selat Hormuz memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas pelayaran dan perdagangan energi internasional. Karena itu, setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut menjadi perhatian dunia.