Karhutla Meluas, Kemenhut Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan

Operasi Modifikasi Cuaca
Sumber :
  • bpbd.jakarta.go.id

VIVA Jakarta Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). 

img_title Jumlah Hotspot Ketapang Turun Jadi 13 Titik, Menhut Tegaskan Penanganan Karhutla Belum Selesai

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) saat ini berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan waktu dan wilayah yang paling optimal.

OMC tengah dilakukan di Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menekan risiko meluasnya kebakaran, terutama di wilayah yang menunjukkan peningkatan titik panas dan sebaran asap.

img_title Cuaca Jakarta Hari Ini: Pagi Berawan Tebal, Sore Berpotensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan koordinasi dengan BMKG diperlukan untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan awan yang dapat mendukung pelaksanaan OMC. Berdasarkan laporan BMKG per 12 Agustus 2026, potensi pertumbuhan awan sedang hingga tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 13-16 Agustus.

“Untuk pelaksanaan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu yang paling optimal. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap,” kata Ristianto, Rabu (12/8/2026).

img_title Jakarta Diprediksi Cerah Senin 7 September, Suhu Bisa Tembus 34 Derajat

Perhatian pemerintah terhadap dua wilayah tersebut sejalan dengan peningkatan titik panas yang tercatat BMKG. Di Kalimantan Barat, titik panas naik dari 98 menjadi 136 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara Kalimantan Tengah mengalami kenaikan dari 29 menjadi 78 titik dan Kalimantan Selatan dari 10 menjadi 31 titik.

Selain peningkatan titik panas, sebaran asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan. BMKG mencatat adanya indikasi asap lintas batas atau transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak.

“Potensi awan yang teridentifikasi akan kami optimalkan untuk mendukung OMC. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menekan risiko karhutla, terutama di wilayah yang saat ini menunjukkan peningkatan titik panas dan asap,” ujarnya.

Pelaksanaan OMC di Kalimantan Tengah berlangsung pada 11-15 Agustus. Sementara di Kalimantan Barat, operasi dijadwalkan pada 13-17 Agustus dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan yang tersedia. Adapun OMC di Riau telah berlangsung sejak 30 Juli dan dijadwalkan hingga 22 Agustus.

Kemenhut memastikan pemantauan kondisi cuaca dan titik panas akan terus dilakukan untuk mendukung penanganan karhutla. “Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar setiap peluang cuaca yang mendukung dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan karhutla,” kata Ristianto.

Halaman Selanjutnya
img_title