AS Bersiap Perketat Sanksi Iran, Scott Bessent Sebut Isolasi Ekonomi Belum Pernah Terjadi
- Istimewa/AI
VIVA Jakarta – Amerika Serikat tengah mempersiapkan langkah baru untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran. Pemerintah Washington disebut akan mengumumkan kebijakan sanksi ekonomi dengan skala yang diklaim belum pernah diterapkan sebelumnya terhadap sebuah negara.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pengumuman mengenai kebijakan tersebut akan disampaikan mulai pekan depan. Ia menyebut langkah yang sedang dipersiapkan pemerintah Amerika Serikat akan menjadi bagian dari upaya isolasi ekonomi terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Bessent dalam wawancara dengan Newsmax. Menurutnya, masyarakat perlu menunggu pengumuman resmi pemerintah AS untuk mengetahui secara lebih rinci bentuk kebijakan yang akan diterapkan terhadap Teheran.
Bessent juga mengungkapkan bahwa paket kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi. Washington disebut akan mengombinasikan langkah isolasi ekonomi dengan tindakan lebih lanjut yang berkaitan dengan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis dunia yang berada di antara Iran dan Oman. Kawasan tersebut memiliki arti penting bagi perdagangan internasional, terutama karena menjadi jalur lalu lintas kapal-kapal pengangkut energi.
Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Rencana peningkatan sanksi tersebut muncul ketika hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali berada dalam situasi yang tegang.
Sebelumnya, Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk mengakhiri konflik yang pecah pada 28 Februari. Namun, situasi tersebut tidak bertahan lama.
Pada 8 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua pihak tidak lagi berlaku. Setelah pernyataan tersebut, ketegangan kembali meningkat dan diikuti sejumlah aksi militer.
Pasukan Amerika Serikat kemudian melakukan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas aktivitas Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Konflik tersebut kemudian mendapat respons dari pihak Iran. Militer Iran melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan semakin meluasnya konflik di kawasan yang selama ini sudah memiliki tingkat ketegangan geopolitik yang tinggi.