Serangan AS Hantam Pesta Pernikahan di Iran, 4 Orang Tewas dan 50 Warga Terluka

Warga Iran bawa bendera dan foto Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Sumber :
  • Dok. WANA

VIVA Jakarta – Sebuah pesta pernikahan di Iran berubah menjadi tragedi setelah wilayah tempat acara berlangsung terkena serangan Amerika Serikat (AS). Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang dan menyebabkan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka.

img_title IRGC Klaim Teknologi Canggih AS Tak Mampu Lolos dari Pengawasan Iran di Selat Hormuz

Jumlah korban meninggal dalam serangan yang terjadi di Desa Kuhestak itu mengalami peningkatan dibandingkan laporan awal. Sebelumnya, media setempat melaporkan terdapat dua orang yang tewas dalam insiden tersebut.

Perkembangan terbaru mengenai korban disampaikan media Iran pada Selasa, 1 September 2026. Kantor berita Mehr melaporkan bahwa jumlah korban meninggal kini mencapai empat orang. Selain korban jiwa, sekitar 50 warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan AS di sejumlah wilayah Iran.

img_title Serangan Israel Kembali Hantam Gaza, Lima Warga Palestina Tewas dan 30 Terluka

Salah satu lokasi yang terdampak adalah Desa Kuhestak, tempat sebuah acara pernikahan tengah berlangsung. Serangan tersebut membuat acara yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi keluarga dan tamu undangan berubah menjadi bencana.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, membenarkan adanya korban akibat serangan tersebut. Dalam pernyataannya melalui platform X pada Selasa, ia menyebut sejumlah warga di Desa Kuhestak menjadi korban, termasuk seorang anak.

img_title Iran Klaim Serang Tiga Kapal Tanker di Selat Hormuz, Kapal Terkait AS Juga Jadi Sasaran

Kermanpour mengatakan hingga 50 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di wilayah tersebut. Para korban luka kemudian membutuhkan penanganan medis, sementara otoritas setempat terus melakukan pendataan terhadap dampak serangan.

"Sejumlah warga, termasuk satu anak, tewas di desa Kuhestak," ujar Kermanpour.

Serangan terhadap lokasi yang berkaitan dengan acara pernikahan tersebut menambah perhatian terhadap dampak konflik terhadap masyarakat sipil. Warga yang sedang menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menghadiri acara keluarga, turut berada dalam situasi yang berisiko akibat meningkatnya ketegangan dan serangan militer.

Laporan mengenai insiden tersebut juga menunjukkan adanya perubahan jumlah korban seiring proses pendataan. Pada laporan awal, dua orang disebut meninggal dunia. Namun, berdasarkan informasi terbaru yang dikutip dari media setempat, jumlah korban tewas bertambah menjadi empat orang.

Sementara itu, sekitar 50 warga lainnya mengalami luka-luka. Belum seluruh rincian mengenai kondisi korban maupun tingkat kerusakan di lokasi kejadian disampaikan secara lengkap.

Halaman Selanjutnya
img_title