Tangani Karhutla Tanjung Puting, Menhut Raja Antoni Petakan 4 Battleground Lawan Api

Menhut Raja Antoni pimpin rapat koordinasi intensif pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah
Sumber :
  • Dok. Ist

VIVA – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, terus ditingkatkan secara masif. Langkah tersebut ditempuh melalui sinergi lintas instansi yang melibatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga relawan masyarakat.

img_title Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai, Polda Jambi Catat 20 Kecelakaan dan 13.893 Pelanggaran

Untuk memaksimalkan efektivitas pemadaman di lapangan, tim gabungan memanfaatkan teknologi drone thermal guna melacak titik api yang berpotensi meluas.

Menteri Kehutanan Raja Antoni meninjau langsung proses pemadaman karhutla di KM 23 Taman Nasional Sebangau, Selasa (13/10/2026)

Photo :
  • Dok. Kemenhut RI

img_title Karhutla Jambi Membaik, Menhut Raja Antoni Optimalkan Pembasahan hingga 2 November

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengungkapkan, pemanfaatan udara menggunakan teknologi sensor suhu ini berhasil mengidentifikasi empat area krusial yang menjadi pusat pemadaman (battleground). Wilayah-wilayah prioritas tersebut mencakup Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, hingga koridor Sungai Bawung dan Tanjung Rengas.

“Dari banyak titik api yang tersebar di Tanjung Puting, pakai drone thermal kita bisa identifikasi ada empat battleground atau ada empat titik di mana kita harus bertarung melawan api,” kata Menhut Raja Antoni di Pangkalan Bun, Rabu (14/10/2026).

img_title Prabowo Kucurkan Banpres Rp125 Miliar, Menhut Minta Pemda Transparan Kelola Dana Karhutla

Langkah penanganan terpadu ini ditandai dengan rapat koordinasi intensif yang dipimpin langsung oleh Menhut Raja Antoni. Rapat tersebut dihadiri Pangdam XXII/TB Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Joko Handono, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, serta perwakilan dari BMKG, BNPB, dan BPBD.

Di kawasan Pesalat, pemadaman menjadi perhatian mendesak mengingat lokasinya yang berdampingan langsung dengan area pemberian pakan satwa (feeding zone). Membentenginya dari jilatan api, pemerintah berencana memperbanyak infrastruktur pemadaman dengan membangun puluhan sumber air baru. Hasil analisis teknis menunjukkan kebutuhan sedikitnya 30 unit sumur bor di zona tersebut.

Guna menopang pasokan air, tak kurang dari 160 personel penanggulangan darat bakal disiagakan di garis depan. Pemerintah juga tengah mengkaji opsi pemanfaatan alat berat untuk pembuatan sekat bakar (firebreak), dengan tetap memperhitungkan karakteristik serta ketebalan lapisan tanah gambut. “Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke zona inti,” ujarnya.

Pola pengerahan serupa diterapkan di titik-titik rawan lainnya seperti Teluk Pulai, kawasan Sungai Buluh Kecil dan Besar, hingga wilayah Sungai Bawung serta Tanjung Rengas.

Halaman Selanjutnya
img_title