Drone Thermal hingga Surfaktan Dikerahkan, Begini Strategi Polda Kalsel Hadapi Karhutla
- Istimewa
VIVA Jakarta - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan tak hanya mengandalkan kerja aparat di lapangan. Namun, juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat serta dukungan teknologi.
Sinergi tersebut menjadi salah satu sorotan Tim Koordinator Staf Ahli (Korsahli) Mabes Polri saat melakukan kunjungan kerja pada 12–15 Oktober 2026.
Tim yang terdiri dari Andy Soebjakto, Dr. Edi Hasibuan, dan Kombes Pol Deddy itu turun langsung untuk memantau penanganan karhutla sekaligus mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan jajaran kepolisian bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam peninjauan tersebut, tim melihat keterlibatan masyarakat yang bahu-membahu bersama personel Polri untuk memadamkan api di sejumlah titik terdampak. Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swadaya dan warga setempat bahkan telah berpartisipasi sejak hari pertama penanganan karhutla.
Kolaborasi itu dinilai jadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap kebakaran, terutama ketika petugas harus menghadapi sejumlah titik api dengan kondisi lapangan yang dinamis.
Keterlibatan warga sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana lingkungan. Polri tidak hanya bertindak sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keselamatan warga dan lingkungan.
Pola kerja bersama tersebut sejalan dengan motto Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, yakni 'Polri Bersama Masyarakat'. Melalui pendekatan ini, penanganan karhutla diharapkan tak hanya bertumpu pada kemampuan aparat, tapi juga diperkuat oleh partisipasi dan kepedulian masyarakat.
Tinjau titik api baru
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Penasihat Ahli Kapolri Andy Soebjakto bersama Kombes Pol Deddy, Kombes Pol Siswoyo, dan Kapolres Barito Kuala AKBP Susi meninjau langsung titik panas atau hotspot baru di wilayah terdampak.
Rombongan mendatangi lokasi kebakaran baru di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Mereka juga mengabadikan momen kebersamaan bersama tim BPK dan personel kepolisian yang bertugas di garis depan penanganan kebakaran.
Kehadiran jajaran Mabes Polri tersebut diharapkan dapat meningkatkan moril dan semangat petugas yang terus bekerja menghadapi ancaman karhutla.
Peninjauan langsung juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi faktual di lapangan, termasuk tantangan yang dihadapi petugas dalam memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.