Industri Hotel Asia-Pasifik Mulai Adopsi Voice AI untuk Tingkatkan Layanan Tamu
- Techno Viva
VIVA Jakarta –Platform percakapan berbasis kecerdasan buatan (AI) Mimin menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) untuk menghadirkan sistem komunikasi tamu berbasis AI di industri perhotelan kawasan Asia-Pasifik (APAC).
Kolaborasi tersebut ditujukan untuk membantu hotel mengatasi tingginya panggilan tak terjawab sekaligus menciptakan pengalaman layanan tamu yang lebih terintegrasi.
CEO Mimin, Joseph Simbar mengatakan teknologi yang dikembangkan bersama ALE memungkinkan hotel mengotomatisasi berbagai bentuk interaksi dengan tamu tanpa menghilangkan sentuhan personal dalam pelayanan.
“Kolaborasi ini memungkinkan hotel mengubah interaksi sehari-hari dengan tamu menjadi layanan yang otomatis, yang pada akhirnya mendongkrak efisiensi operasional dan kepuasan tamu,” kata Joseph Simbar.
Melalui integrasi dengan platform Rainbow Hospitality milik ALE, layanan komunikasi hotel dapat terhubung dalam satu sistem terpadu mulai dari telepon, chat, hingga WhatsApp. Teknologi tersebut diklaim mampu membantu hotel menangani komunikasi dalam jumlah besar secara lebih efisien.
Joseph menilai industri perhotelan di kawasan Asia-Pasifik saat ini menghadapi tantangan tingginya volume panggilan masuk, terutama pada jam sibuk operasional hotel.
Menurut dia, sekitar 10 hingga 30 persen panggilan masih kerap tidak terjawab akibat keterbatasan alur kerja operasional.
Selain itu, hotel juga disebut masih menghadapi persoalan hilangnya konteks komunikasi tamu antarplatform layanan. Salah satu contohnya yakni permintaan khusus tamu melalui media sosial yang tidak tersampaikan ketika proses check-in berlangsung.
“Kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk membawa teknologi voice AI ke industri hospitality di kawasan Asia-Pasifik,” katanya.
Director of Vertical Partnerships APAC Alcatel-Lucent Enterprise, Dirk Dumortier mengatakan industri hospitality di Asia-Pasifik sedang mengalami perubahan seiring meningkatnya ekspektasi tamu terhadap layanan digital yang cepat dan terintegrasi.
Menurut dia, wisatawan yang melek digital kini mulai menganggap pengalaman layanan berbasis mobile sebagai standar baru dalam industri perhotelan.
“Lewat Rainbow Hospitality, kami bertransformasi dari sistem konvensional di dalam kamar menuju platform orkestrasi digital yang terpadu,” ujarnya.
Pada tahap awal implementasi, solusi AI tersebut diklaim mampu memangkas volume panggilan masuk hingga 75 persen. Sistem ini juga dilengkapi fitur voice agent multibahasa selama 24 jam yang mendukung lebih dari 20 bahasa dan dialek.