Kasus IBD Terus Bertambah, RSCM Kencana Bikin Layanan Khusus untuk Pasien

RSCM Kencana resmikan IBD Center untuk tingkatkan penanganan dan edukasi penyakit radang usus di Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Kasus Inflammatory Bowel Disease (IBD) di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dan mulai menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Penyakit inflamasi kronik pada saluran cerna ini mencakup penyakit Crohn, kolitis ulseratif, hingga unclassified IBD (IBD-U).

img_title Malaysia Ketiban Rezeki dari Pasien Indonesia, 970 Ribu Orang Berobat Sepanjang 2025

Penyakit itu bisa menyerang siapa saja, terutama anak muda dengan kelompok usia produktif 15 hingga 30 tahun.

Melihat kondisi itu, RSCM Kencana melalui Digestive Cluster resmi menghadirkan IBD Center sebagai pusat layanan terpadu untuk diagnosis, terapi, edukasi, hingga pendampingan pasien IBD secara komprehensif.

img_title mGanik Care Buka Cabang Ketiga di Gading Serpong, Perluas Pendampingan Pasien Diabetes

IBD sendiri merupakan penyakit kronik yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kerentanan genetik, gangguan mikrobiota usus, gangguan sistem imun, hingga pola makan dan lingkungan.

Berdasarkan penelitian Asia-Pacific Crohn’s and Colitis Epidemiologic Study (ACCESS), angka kejadian IBD terus meningkat di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Insidensi IBD di Indonesia tercatat mencapai 0,77 per 100.000 penduduk per tahun.

img_title PMI Apresiasi Didimax, Aksi Donor Berhasil Bantu Penuhi Kebutuhan Stok Darah

Meski terapi untuk IBD terus berkembang, penyakit ini masih jadi tantangan besar karena membutuhkan pengobatan jangka panjang serta pemantauan berkelanjutan.

RSCM Kencana resmikan IBD Center untuk tingkatkan penanganan dan edukasi penyakit radang usus di Indonesia.

Photo :
  • Istimewa

Di Indonesia, penanganan IBD juga masih menghadapi sejumlah hambatan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala penyakit, keterbatasan akses layanan kesehatan dan tenaga ahli, hingga keterlambatan diagnosis yang berpotensi memicu komplikasi serius.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroenterohepatologi, Prof. Ari Fahrial Syam, menjelaskan peningkatan kasus IBD juga dipengaruhi semakin baiknya kemampuan diagnosis di fasilitas kesehatan.

Menurut dia, penyakit ini perlu jadi perhatian karena jumlah kasusnya semakin tinggi. 

"Kenapa kasusnya makin tinggi dan makin kita banyak temukan? Karena memang pertama, kemampuan diagnostik kita juga semakin tinggi," kata Prof. Ari Fahrial Syam, dalam keterangannya dikutip pada Minggu, (24/5/2026).

Ia menyampaikan, RSCM saat ini memiliki dukungan fasilitas endoskopi saluran cerna dengan teknologi modern hasil kerja sama dengan pemerintah Jepang.

Dia bilang untuk RSCM memang punya pusat endoskopi saluran cerna yang bekerja sama dengan Jepang.

"Itu kebetulan kita bekerja sama dengan pemerintah Jepang, mendapat support alat-alat endoskopi ya dari beberapa produsen, Olympus maupun Fujifilm,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
img_title