Studi Ungkap Nikotin Bisa Bantu Fokus dan Mood, Benarkah Selama Ini Disalahpahami?

Imbauan dilarang merokok di tempat umum.
Sumber :
  • Istimewa/AI

VIVA Jakarta - Kemampuan menjaga konsentrasi dan stabilitas suasana hati jadi salah satu faktor penting dalam menunjang produktivitas sehari-hari. Di tengah berbagai penelitian mengenai zat yang memengaruhi fungsi kognitif, sebuah studi terbaru menyoroti potensi nikotin.

img_title Demi Peran Detektif, Sintya Marisca Sampai Belajar Langsung dari Polisi

Temuan riset itu menyampaikan nikotin bantu pertahankan fokus dan memperbaiki suasana hati pada perokok dewasa. Riset itu dipublikasikan dalam Harm Reduction Journal melalui penelitian berjudul “An Exploratory, Randomised, Crossover Study to Investigate the Effect of Nicotine on Cognitive Function in Healthy Adult Smokers Who Use an Electronic Cigarette After a Period of Smoking Abstinence”.

Penelitian melibatkan 40 perokok dewasa sehat yang diminta tak mengonsumsi nikotin selama 12 jam sebelum mengikuti serangkaian pengujian. Dalam lima sesi berbeda, peserta menggunakan rokok, rokok elektrik dengan berbagai kadar nikotin, atau tidak menggunakan produk apa pun. 

img_title Studi: Pendekatan Harm Reduction Berhasil Percepat Penurunan Prevalensi Merokok di Selandia Baru

Peneliti kemudian mengukur perubahan tingkat fokus, perhatian, suasana hati, dan keinginan merokok sebelum serta sesudah penggunaan produk.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang mengandung nikotin berpotensi membantu peserta mempertahankan fokus. Selain itu, memberikan perbaikan suasana hati dibandingkan saat mereka tidak menggunakan produk apa pun. 

img_title 4 Kajian Ilmiah Ungkap Produk Tembakau Alternatif Memiliki Profil Risiko Lebih Rendah

Ilustrasi rokok dan rokok elektrik.

Photo :
  • Istimewa/AI

Lalu, rokok elektrik yang mengandung nikotin juga tercatat mampu menekan dorongan untuk merokok secara signifikan.

“Ini menunjukkan bahwa rokok elektrik berpotensi menjadi alternatif yang dapat diterima bagi perokok dewasa, yang apabila tidak memiliki pilihan produk lain, kemungkinan akan tetap melanjutkan kebiasaan merokok,” kata Harry J. Green, Penulis Utama studi tersebut, dikutip pada Senin, 8 Juni 2026

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menilai masyarakat perlu mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan berbasis bukti ilmiah mengenai nikotin.

Menurutnya, selama ini masih banyak anggapan yang menyamakan nikotin dengan seluruh risiko kesehatan akibat merokok. Padahal, berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa sebagian besar dampak kesehatan dari rokok berasal dari proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, karbon monoksida, dan berbagai zat beracun lainnya.

Paido menjelaskan bahwa nikotin memang merupakan zat adiktif yang secara alami terdapat dalam tanaman tembakau. Namun, menurut sejumlah penelitian, nikotin bukan penyebab utama berbagai penyakit yang selama ini dikaitkan dengan kebiasaan merokok.

Halaman Selanjutnya
img_title