Ketua Sepak Bola Palestina Tertahan Visa AS, FIFA Tak Berkutik Hadapi Kebijakan Trump?

Ilustrasi Persoalan visa izin masuk ke AS jadi sorotan dalam perhelatan Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • Istimewa/AI

VIVA Jakarta - Semangat persatuan global yang selama ini jadi simbol Piala Dunia FIFA kembali diuji. Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, mengaku masih menunggu izin masuk ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri rangkaian Piala Dunia FIFA 2026 bersama para pimpinan federasi sepak bola dari berbagai negara.

img_title AS Bersiap Perketat Sanksi Iran, Scott Bessent Sebut Isolasi Ekonomi Belum Pernah Terjadi

Rajoub saat ini berada di Mexico City dan sempat menghadiri laga pembukaan antara Meksiko melawan Afrika Selatan. Namun hingga kini, ia belum memperoleh visa untuk memasuki wilayah AS, salah satu tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Kondisi itu menambah daftar panjang peserta maupun delegasi yang mengalami kendala visa menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

img_title Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Panjang dengan AS, IRGC Bicara soal Efek Jera

“Saya tidak percaya bahwa adil untuk menggunakan atau menyalahgunakan dan menolak hak semua pemain sepak bola di seluruh dunia untuk hadir,” kata Rajoub dikutip dari Aljazeera, Sabtu, 13 Juni 2026.

Meski Palestina gagal lolos ke putaran final Piala Dunia, FIFA secara tradisional mengundang para ketua asosiasi sepak bola dari seluruh dunia. Langkah itu untuk menghadiri ajang empat tahunan tersebut sebagai simbol kebersamaan dan persatuan komunitas sepak bola internasional.

img_title Iran Beri Syarat Selat Hormuz Dibuka Lagi, Minta AS Hentikan Agresi

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya  menyampaikan bahwa seluruh pihak akan disambut di tiga negara tuan rumah, yakni Kanada, Meksiko, dan AS.

“Semua orang akan disambut di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat untuk Piala Dunia FIFA tahun depan. Kami sedang berupaya untuk itu,” kata Infantino.

Ilustrasi hambatan Timnas Iran menuju Piala Dunia 2026.

Photo :
  • Istimewa/AI

Namun, kenyataannya, sejumlah individu yang telah terakreditasi untuk menghadiri turnamen justru mengalami hambatan masuk ke AS. Selain Rajoub, seorang wasit asal Somalia dan fotografer yang mendampingi tim Irak juga dilaporkan menghadapi persoalan serupa.

Infantino mengakui FIFA telah berupaya membantu penyelesaian masalah visa tersebut. Namun, menurutnya, organisasi sepak bola dunia itu tak memiliki kewenangan untuk mengintervensi keputusan pemerintah AS.

“Kita perlu menghormati bahwa kita bukanlah raja dunia yang dapat memerintah pemerintah dan pasukan polisi,” ujar Infantino.

Persoalan visa ini juga memunculkan kembali ketegangan yang selama bertahun-tahun mewarnai hubungan sepak bola Palestina dan Israel.

Halaman Selanjutnya
img_title