FIFA Bela Keputusan VAR dalam Kasus Miguel Almiron, Kontroversi Tafsir Aturan Mengemuka

Wasit mengecek VAR saat laga AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • AI

VIVA Jakarta - Keputusan kontroversial yang melibatkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam laga Amerika Serikat (AS) kontra Paraguay memicu perdebatan baru mengenai penerapan aturan sepak bola modern. Meski menuai tanda tanya dari berbagai pihak, FIFA menegaskan bahwa kartu kuning yang diberikan kepada Miguel Almiron sudah sesuai prosedur.

img_title Menteri UMKM Sebut Ekosistem Ojol Ciptakan 5,53 Juta Lapangan Kerja, Ini Langkah yang Disiapkan

Menurut versi FIFA yang dikutip dari The Sun, Minggu, (14/6), kartu kuning itu tak melanggar regulasi yang berlaku. Insiden tersebut terjadi pada babak kedua pertandingan yang berakhir dengan kemenangan AS 4-1 atas Paraguay di Stadion SoFi, Los Angeles.

Awalnya, wasit asal Belanda, Danny Makkelie, memberikan kartu kuning kepada bek senior AS, Tim Ream. Hal itu setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Miguel Almiron. Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan tendangan bebas untuk Paraguay.

img_title Piala Dunia 2030 Ukir Sejarah: Digelar di Enam Negara dan Tiga Benua

Namun, beberapa saat setelah permainan kembali berjalan, ruang kontrol VAR yang dipimpin wasit asal Spanyol, Carlos del Cerro Grande, meminta Makkelie meninjau ulang insiden tersebut melalui monitor di pinggir lapangan dengan alasan adanya dugaan 'kesalahan identitas'.

Setelah melakukan peninjauan singkat, Makkelie mengubah keputusannya. Kartu kuning yang sebelumnya diberikan kepada Ream dicabut. Adapun Almiron justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan simulasi atau diving.

img_title Lapangan Banteng Membeludak! 14 Ribu Warga Ramaikan Nobar Final Piala Dunia 2026

Keputusan tersebut langsung memunculkan kontroversi. Di satu sisi, tindakan simulasi yang dilakukan Almiron dianggap layak mendapat hukuman. Namun, di sisi lain, banyak pihak mempertanyakan dasar hukum intervensi VAR dalam situasi tersebut.

Sorotan muncul karena aturan VAR yang selama ini berlaku hanya memperbolehkan intervensi dalam kasus tertentu. Hal itu termasuk kesalahan identitas pemain yang diberi kartu. 

Trofi Piala Dunia (Foto ilustrasi).

Photo :
  • Antara FOTO

Dalam regulasi yang disepakati FIFA dan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), kesalahan identitas umumnya merujuk pada situasi ketika wasit menghukum pemain yang salah atas pelanggaran yang sebenarnya dilakukan pemain lain.

Sementara, dalam kasus ini, Almiron tak dianggap melakukan pelanggaran yang sama dengan yang semula dituduhkan kepada Ream. Ia justru dihukum karena tindakan berbeda, yakni simulasi.

Selain itu, perdebatan semakin berkembang karena proses peninjauan dilakukan setelah pertandingan sempat dilanjutkan. Dalam banyak situasi, VAR tidak memiliki kewenangan untuk mengubah keputusan setelah permainan kembali dimulai.

Halaman Selanjutnya
img_title