Bukan soal Trauma, Film 'Saat Aku Bersuara' Fokus pada Keberanian Perempuan Bangki

Film 'Saat Aku Bersuara' tayang di Bioskop mulai 18 Juni 2026.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Film 'Saat Aku Bersuara' akan memasuki layar bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026. Film besutan sutradara Sonu ini membawa pesan kuat tentang keberanian perempuan penyintas kekerasan seksual dalam memperjuangkan keadilan.

img_title Hendak Salat Zuhur, Lansia di Cakung Malah Disekap Perampok yang Masuk ke Rumah

Film ini menawarkan sudut pandang yang belum banyak dijelajahi sinema Indonesia.

Sonu menyampaikan filmnya sengaja hadir dengan perspektif yang berbeda dari karya-karya bertema serupa yang sudah lebih dulu ada. Alih-alih memusatkan perhatian pada luka dan trauma semata, film ini menempatkan keberanian perempuan sebagai inti cerita.

img_title Total Perankan Mantan Kiper Tarkam, Fedi Nuril Sampai Cedera Tahan Tendangan Keras

"Ini isu yang penting, apalagi isu sosial seperti ini belum pernah diungkapkan dari sisi yang berbeda. Kita pernah punya beberapa film yang mengangkat kekerasan seksual atau pelecehan seksual, tetapi lebih banyak dari sisi pengalaman traumatisnya," kata Sonu, dalam konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, dikutip pada Senin, 15 Juni 2026.

Dia menambahkan bahwa timnya ingin menampilkan momen ketika seorang perempuan memilih untuk bangkit dan berbicara.

img_title Hari Anak Nasional, CGV dan Make-A-Wish Hadirkan Momen Bahagia bagi Ratusan Anak

"Nah, kami punya ide bahwa kenapa tidak mengangkat sisi ketika perempuan berani bersuara dan bangkit. Ini akan menjadi fenomena yang berbeda," lanjut Sonu.

Penulis naskah Tisa TS memandang 'Saat Aku Bersuara' bukan sekadar tontonan hiburan. Bagi Tisa, film ini berperan sebagai medium edukasi sekaligus ajakan nyata agar masyarakat tidak lagi membiarkan kasus kekerasan seksual terkubur dalam budaya diam.

Dia bilang jangan cuma menonton film sebagai hiburan. Namun, juga menyaksikan sebuah gerakan untuk membuat orang-orang berhenti bungkam. 

"Jadi hari ini teman-teman menjadi saksi bahwa segala sesuatu yang selama ini dibungkam tidak boleh terjadi lagi," tutur Tisa.

Secara cerita, Saat Aku Bersuara berpusat pada tokoh Nadia, seorang pengacara muda yang tengah mempersiapkan pernikahannya. Hidupnya berubah drastis setelah ia mengalami kekerasan seksual yang meninggalkan trauma mendalam.

Rasa malu dan ketakutan semula membuat Nadia memilih memendam peristiwa itu. Perjalanan hidupnya kemudian membawanya untuk bangkit, mencari keadilan, sekaligus membantu perempuan lain yang mengalami nasib serupa agar berani menyuarakan kebenaran.

Film ini tampil dengan jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia. Beberapa nama yang membintangi Saat Aku Bersuara antara lain Marshanda, Teuku Rifnu Wikana, Rini Yulianti, Hana Malasan, Ibnu Jamil, Nino Fernandez, Lukman Sardi, Cut Mini, serta Lydia Kandou.

Halaman Selanjutnya
img_title