Jadi Ibu Kades, Sarah Sechan Ternyata Simpan Rahasia Besar di Film MAJU!

Film drama anak 'MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula'
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Presenter kawakan Sarah Sechan bergabung dalam film drama anak bertajuk 'MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula'. Film ini merupakan karya sutradara Franklin Darmadi yang mengangkat isu peredaran narkotika di kalangan anak-anak. Film ini dijadwalkan tayang pada 6 Agustus 2026.

img_title Total Perankan Mantan Kiper Tarkam, Fedi Nuril Sampai Cedera Tahan Tendangan Keras

Sarah mengaku tertarik terlibat karena sudah mengenal dekat sang sutradara dan langsung jatuh hati pada jalan ceritanya. Baginya, tema memerangi dan mencegah narkotika masuk ke ruang anak-anak adalah sesuatu yang sangat relevan dengan kondisi nyata saat ini.

"Aku di sini jadi ibu kades. Seperti apa dia? Pokoknya karakternya misterius, gabisa ketebak," kata Sarah Sechan saat ditemui di XXI Metropole, Jakarta Pusat, dikutip pada Rabu, 17 Juni 2026.

img_title Hari Anak Nasional, CGV dan Make-A-Wish Hadirkan Momen Bahagia bagi Ratusan Anak

Perempuan 52 tahun itu mengaku miris ketika mengetahui jalan cerita film 'MAJU' sejalan dengan data resmi Badan Narkotika Nasional (BNN). Peredaran narkotika ternyata sudah benar-benar merasuk ke kehidupan anak-anak.

"Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban," ujarnya.

img_title Streaming Kini Makin Fleksibel! Mau Film Bioskop atau Serial, Semua Ada Pilihannya

Ketika ditanya soal cara ia melindungi anaknya dari ancaman narkotika, Sarah berbagi kiat sederhana namun efektif.

"Kalau aku berusaha membuat anak sibuk untuk berolahraga," ungkapnya.

Pun, kekhawatiran Sarah bukan hanya soal anak-anak. Ia juga menaruh perhatian besar terhadap ribuan orang dewasa yang sudah telanjur kecanduan narkotika.

Dia berharap lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas.

Film 'MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula' merupakan garapan rumah produksi PANEN Entertainment. Film ini didukung BNN dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol. Muhammad Zainul Muttaqien, menyatakan pihaknya mendukung film ini karena sejalan dengan visi dan misi BNN. Ia juga menyertakan data mengejutkan soal keterpaparan narkotika di kalangan anak muda Indonesia.

"Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa? Usia 15 sampai 25, ada 312.000 orang terpapar," jelas Zainul Muttaqien.

Dari data itu, artinya ada 9,5% dari jumlah tersebut anak-anak Indonesia yang terpapar narkoba.

Halaman Selanjutnya
img_title