Mita The Virgin Pecah Zona Nyaman, Rela Ubah Penampilan Demi Karakter Lina
- Istimewa
VIVA Jakarta - Musisi sekaligus personel duo The Virgin, Mita, menghadapi tantangan baru dalam perjalanan kariernya. Untuk pertama kalinya, ia tampil mengenakan hijab dalam sebuah film layar lebar melalui film 'Tanah Sengketa'.
Keputusan tersebut menjadi langkah yang tidak biasa bagi Mita. Selama ini, ia mengaku kerap menolak tawaran peran yang mengharuskannya mengenakan hijab.
Namun kali ini, rasa penasaran untuk mengeksplorasi karakter baru membuatnya memberanikan diri keluar dari zona nyaman.
Dalam film garapan Ocean Production itu, Mita dipercaya memerankan sosok Lina. Figur Lina merupakan seorang gadis desa yang sederhana, lugu, dan jauh dari kesan glamor yang selama ini melekat pada dirinya sebagai musisi.
“Apalagi di sini perdana untuk Mita pribadi dikasih tantangan untuk pakai hijab. Jadi buat aku selama ini selalu nolakin ada peran untuk pakai hijab, tapi di film ini nggak tahu kenapa kepengen aja gitu eksplor,” kata Mita di Jakarta, dikutip pada Jumat, 19 Juni 2026.
Meski antusias menerima tantangan baru, Mita mengaku sempat diliputi rasa cemas. Pasalnya, dalam kehidupan sehari-hari ia tidak mengenakan hijab sehingga khawatir penampilannya di film akan memunculkan beragam reaksi dari publik.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan perkara mudah karena menyangkut citra yang selama ini dikenal penggemarnya.
“Ya kalau aku deg-degannya karena disuruh pakai hijab aja sih. Soalnya aku takutnya nanti jadi pro-kontra karena kan aslinya aku tidak berhijab. Jadi agak sedikit deg-degan juga,” lanjutnya.
Namun, kekhawatiran itu perlahan berubah menjadi semangat. Hal itu setelah ia mendalami karakter Lina yang memiliki latar belakang kehidupan berbeda jauh dari dirinya.
Tampil Polos Sebagai Gadis Desa
Dalam film tersebut, karakter Lina digambarkan sebagai perempuan desa yang sederhana. Karena itu, konsep hijab yang digunakan pun dibuat menyesuaikan karakter, bukan mengikuti tren fesyen modern.
Mita menegaskan bahwa penampilannya dibuat sesederhana mungkin agar terlihat natural sebagai warga desa.
“Lina ini kan sebenarnya gadis desa. Jadi pengennya agak sedikit syar'i-nya mengikuti desa-desa gitu. Agak sedikit lugu ya, nggak yang stylish. Polos, polos,” ujarnya.