Bikin Nangis Sekampung! Dua Nafas Hadirkan Kisah Nenek-Cucu yang Merobek Hati
- Istimewa
VIVA Jakarta - Gelombang budaya Korea atau Korean Wave terus menunjukkan pengaruh besar di Indonesia. Setelah musik dan drama Korea sukses merebut hati publik Tanah Air, kini kolaborasi perfilman antara Indonesia dan Korea Selatan hadir melalui film berjudul Dua Nafas.
Film drama keluarga berdurasi 93 menit ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026. Mengangkat tema universal tentang kasih sayang, pengorbanan, dan ikatan keluarga, Dua Nafas diharapkan mampu menyentuh emosi penonton lintas generasi.
Kesuksesan berbagai grup K-Pop seperti BTS, BLACKPINK, NCT, dan EXO, serta film-film Korea seperti Parasite, Train to Busan, Exhuma, dan The Moon, jadi salah satu faktor yang mendorong terwujudnya kerja sama kreatif antara sineas Indonesia dan Korea Selatan.
Produser Park Joung-Kuk mengakui besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap industri hiburan Korea menjadi alasan utama lahirnya proyek tersebut.
Dia mengakui industri entertainment Korea menjadi hiburan yang diterima oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, musik Korea maupun film dan drama Korea mendapatkan sambutan luar biasa.
"Realitas itulah yang mendorong kami untuk berani bekerja sama dengan sineas Indonesia dalam memproduksi Dua Nafas. Kami yakin film ini akan menjadi sesuatu yang berbeda dan diterima dengan antusias oleh penonton Indonesia,” ujar Park dalam konferensi pers.
Eksekutif Produser Kwon Dae-Hyung menjelaskan cerita Dua Nafas dipilih karena memiliki nilai yang dekat dengan budaya masyarakat Indonesia maupun Korea Selatan.
Menurutnya, penghormatan terhadap orang tua, terutama sosok nenek dalam keluarga, merupakan nilai yang sama-sama dijunjung tinggi oleh kedua negara.
Dia bilang sejatinya seni, budaya, dan karakteristik masyarakat Korea dan Indonesia memiliki banyak kesamaan.
"Kedua masyarakat sangat menghormati orang tua, terutama sosok nenek dalam keluarga. Karena itulah cerita ini terasa dekat dan mudah diterima oleh masyarakat kedua negara,” kata Kwon.
Pengorbanan Sang Nenek
Dua Nafas berkisah tentang Anto, seorang anak yang harus meninggalkan kehidupan nyaman di Jakarta untuk tinggal bersama neneknya, Mariyam, di sebuah desa terpencil.
Keputusan itu diambil oleh sang ibu, Wati, yang terpaksa menitipkan Anto demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi putranya.