Sering Menahan Kencing? Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Kandung Kemih dan Saluran Kemih
- Antara FOTO
VIVA Jakarta – Menahan buang air kecil sering kali dianggap sebagai hal yang biasa dilakukan saat seseorang sedang sibuk bekerja, berada dalam perjalanan, atau tidak menemukan toilet dalam waktu dekat. Namun di balik kebiasaan yang tampak sepele tersebut, terdapat risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi kandung kemih dan saluran kemih.
Para pakar kesehatan mengingatkan bahwa tubuh memiliki mekanisme alami yang memberi sinyal ketika kandung kemih sudah mulai penuh. Jika sinyal tersebut terus-menerus diabaikan, fungsi normal kandung kemih dapat terganggu dan berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang.
Dokter spesialis uro-onkologi dari Apollo Hospitals Bannerghatta Road, Bangalore, Dr. Manish C.A., menjelaskan bahwa sebagian besar orang dewasa umumnya buang air kecil setiap tiga hingga empat jam sekali pada siang hari. Frekuensi tersebut dapat berbeda pada setiap individu tergantung jumlah cairan yang dikonsumsi, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, hingga kapasitas kandung kemih masing-masing.
Menurutnya, kandung kemih dirancang untuk menampung urine dalam jumlah tertentu sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Namun, ketika seseorang terlalu sering menahan keinginan untuk buang air kecil, kandung kemih dipaksa menyimpan urine lebih lama dari yang seharusnya. Kondisi ini dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kemih dan memengaruhi kinerja organ tersebut.
Dalam jangka pendek, menahan kencing mungkin hanya menimbulkan rasa tidak nyaman. Akan tetapi, jika kebiasaan ini dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun, risiko munculnya gangguan kesehatan menjadi lebih besar. Salah satu masalah yang dapat terjadi adalah meningkatnya rasa ingin buang air kecil secara mendadak atau urgensi berkemih.
Selain itu, seseorang juga dapat mengalami perubahan frekuensi buang air kecil, kesulitan mengosongkan kandung kemih secara sempurna, hingga retensi urine atau kondisi ketika urine tertahan di dalam kandung kemih dan sulit dikeluarkan. Gangguan tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan dalam beraktivitas, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup.
Risiko lainnya adalah meningkatnya kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Ketika urine berada terlalu lama di dalam kandung kemih, bakteri memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang biak. Akibatnya, infeksi dapat muncul dan menimbulkan berbagai gejala seperti rasa nyeri saat buang air kecil, sensasi terbakar, sering ingin buang air kecil, hingga urine yang tampak keruh atau berbau tidak biasa.