Sering Mendengkur Saat Tidur? Waspadai Risiko Gangguan Memori dan Kesehatan Mental
- Image
VIVA Jakarta – Mendengkur saat tidur sering kali dianggap sebagai hal yang biasa dan tidak berbahaya. Banyak orang mengaitkannya dengan kelelahan setelah beraktivitas seharian atau faktor usia yang semakin bertambah. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan mendengkur yang terjadi setiap malam dapat menjadi sinyal adanya gangguan tidur yang berdampak pada kesehatan otak, daya ingat, hingga kondisi mental seseorang.
Dilansir Hindustan Times, Direktur Neurologi Intervensional dan Ahli Bedah Saraf Rumah Sakit Gleneagles Parel, India, Dr. Nitin Dange, menjelaskan bahwa mendengkur bukan sekadar suara yang muncul saat seseorang tertidur. Dalam sejumlah kasus, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya obstructive sleep apnea atau apnea tidur obstruktif, yakni gangguan yang menyebabkan pernapasan berhenti dan kembali berlangsung berulang kali selama tidur.
Menurutnya, kualitas tidur yang baik sangat penting bagi tubuh, terutama bagi otak. Saat seseorang tidur nyenyak, otak memiliki kesempatan untuk beristirahat, memperbaiki sel-sel yang rusak, memproses informasi yang diterima sepanjang hari, serta menyimpan berbagai memori penting. Ketika proses tidur terganggu akibat mendengkur atau sleep apnea, fungsi-fungsi tersebut tidak dapat berjalan secara optimal.
Gangguan pernapasan yang terjadi selama tidur dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun berulang kali. Kondisi ini berisiko mengganggu fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur yang berperan penting dalam pemulihan tubuh dan penguatan daya ingat. Jika berlangsung terus-menerus, gangguan tersebut dapat memengaruhi kemampuan kognitif seseorang.
Akibatnya, penderita dapat mengalami penurunan konsentrasi, kesulitan mengingat informasi, berkurangnya kemampuan belajar, hingga menurunnya kualitas pengambilan keputusan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak pada produktivitas dan aktivitas sehari-hari.
Dr. Nitin menjelaskan bahwa banyak orang yang mendengkur berat tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya mengalami gangguan tidur. Mereka mungkin merasa telah tidur cukup lama, tetapi tetap bangun dalam kondisi lelah dan tidak segar. Gejala lain yang sering muncul adalah mudah mengantuk di siang hari, sulit fokus saat bekerja, serta mudah tersinggung tanpa alasan yang jelas.
Selain memengaruhi fungsi otak, kualitas tidur yang buruk juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Kurangnya tidur berkualitas diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko stres, kecemasan, hingga depresi. Saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, keseimbangan hormon dan fungsi emosional juga dapat terganggu.