Dinda Ghania Tancap Gas ke Panggung Global Lewat 'Bad Connection'
- Istimewa
VIVA Jakarta - Penyanyi muda berbakat Dinda Ghania kembali menunjukkan langkah besar dalam perjalanan karier musiknya. Setelah sukses berkolaborasi dengan Yovie Widianto pada awal 2026, kini penyanyi Gen Z tersebut menghadirkan single terbaru berjudul Bad Connection.
Lag sebuah lagu berbahasa Inggris yang menjadi penanda ekspansi musikalnya ke level yang lebih luas.
Lagu yang resmi dirilis pada 22 Juni 2026 di berbagai platform musik digital itu mengusung warna modern pop dengan sentuhan dance-pop dan teen pop. Bersamaan dengan perilisan lagunya, Dinda juga meluncurkan video musik resmi yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube miliknya.
Yang membuat proyek ini mencuri perhatian adalah keterlibatan dua musisi mancanegara dalam proses kreatifnya. Bad Connection diproduseri sekaligus ditulis oleh Josh Cumbee, produser dan komposer asal Amerika Serikat yang pernah bekerja sama dengan sederet nama besar industri musik dunia seperti Madonna, Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, Rita Ora, TAEYEON, BoA, hingga NCT.
Adapun proses penulisan lirik turut melibatkan songwriter asal Malaysia, Gaston Pong. Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus langkah penting bagi Dinda dalam memperluas jangkauan karya musiknya.
Kisah Cinta Retak Dibungkus Lirik
Melalui Bad Connection, Dinda mengangkat cerita tentang seseorang yang masih berada dalam fase penyangkalan ketika hubungan cintanya mulai mengalami keretakan.
Lagu ini menggambarkan kondisi saat seseorang terus meyakinkan dirinya bahwa masalah yang terjadi hanyalah gangguan komunikasi sementara. Padahal, pasangan yang dicintainya perlahan mulai menjauh secara emosional.
Nuansa itu terasa kuat melalui sejumlah lirik emosional seperti 'You pick up but never talk' dan 'I call your name, I see your face but don't feel your affection'.
Bagi Dinda, lagu ini membawa pesan tentang pentingnya keterbukaan dalam sebuah hubungan. Ia bilang pentingnya kejujuran dalam hubungan.
"Kalau memang ada masalah atau perasaan yang berubah, lebih baik dibicarakan secara terbuka daripada membiarkan seseorang terus bertanya-tanya dan menyalahkan keadaan," ujar Dinda Ghania.
Alasan Pilih Bahasa Inggris
Meski dikenal kerap membawakan lagu dalam berbagai bahasa, Dinda menyampaikan keputusan menggunakan lirik berbahasa Inggris kali ini murni didasarkan pada kebutuhan cerita yang ingin disampaikan.