Jangan Salah Kaprah! Vape Disebut Bukan Ajakan Mulai Merokok, Ini Penjelasannya

Meningkatnya penggunaan produk tembakau alternatif seperti vape atau rokok elektronik.
Sumber :
  • AI

Menurut Jessica, komunikasi mengenai produk tembakau alternatif juga harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tak menyasar kelompok usia remaja. Maka itu, seluruh kegiatan edukasi maupun konten yang dibuatnya ditujukan bagi kalangan dewasa berusia 21 tahun ke atas.

img_title Studi Ungkap Nikotin Bisa Bantu Fokus dan Mood, Benarkah Selama Ini Disalahpahami?

"Kami berusaha memastikan edukasi mengenai produk tembakau alternatif tetap tepat dan bijak, misalnya dengan mengatur target audiens 21 tahun ke atas dan tidak membuat ajakan yang ditujukan kepada mereka yang bukan konsumen," jelas Jesscica.

Pilihan bagi Perokok Dewasa yang Ingin Beralih

img_title Industri Vape Legal Terdampak Stigma Narkoba, Pelaku Usaha Mulai Tertekan

Jessica menjelaskan keberadaan produk tembakau alternatif memberikan pilihan bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaan merokok. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti seseorang yang secara bertahap mengurangi konsumsi gula dengan memilih minuman berkadar gula lebih rendah.

Baginya, yang terpenting adalah setiap perokok dewasa memiliki pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya.

img_title Hasil Tes Urine Vaper Terungkap, Vape Legal Berpita Cukai Dipastikan Bukan Narkoba

"Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan konsumen. Yang terpenting adalah adanya opsi bagi perokok dewasa untuk menentukan pilihan yang lebih rendah risikonya dan paling sesuai bagi mereka," ujarnya.

Meski demikian, Jessica menegaskan bahwa keberadaan produk tembakau alternatif sama sekali tidak boleh dimaknai sebagai ajakan untuk mulai menggunakan produk tembakau.

"Produk ini bukan sesuatu untuk dicoba-coba. Produk tembakau alternatif ditujukan sebagai pilihan bagi perokok dewasa yang memang ingin beralih dari kebiasaan merokok," tuturnya.

Pengalaman Konsumen Setelah Beralih

Pengalaman serupa disampaikan Aji, konsumen produk tembakau alternatif yang mulai menggunakan vape pada 2016. Ia sebelumnya sudah bertahun-tahun menjadi perokok berat. 

Ia kemudian memutuskan sepenuhnya beralih dari rokok konvensional pada 2018.

Menurut Aji, perubahan tersebut memberikan pengalaman yang ia rasakan dalam aktivitas sehari-hari.

"Setelah menggunakan vape, saya merasakan dada lebih ringan. Perubahan itu membuat saya kemudian beralih sepenuhnya dari kebiasaan merokok pada 2018," katanya.

Aji berpandangan bahwa produk tembakau alternatif semestinya dipahami sebagai pilihan bagi perokok dewasa, bukan sebagai produk yang dapat dicoba oleh siapa saja tanpa pertimbangan.

Ia juga berharap edukasi kepada masyarakat terus diperkuat agar pemahaman mengenai fungsi dan sasaran penggunaan produk tembakau alternatif tidak disalahartikan. Dengan demikian, produk tersebut tetap diposisikan sebagai opsi bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaan merokok.