Batu Ginjal Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya Menurut Dokter
- Antara FOTO
Selain memperbanyak minum air putih, konsumsi garam juga perlu dibatasi. Makanan cepat saji, makanan kemasan, keripik, dan berbagai camilan tinggi natrium sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Menariknya, pola makan yang terlalu rendah kalsium juga tidak dianjurkan. Kekurangan kalsium justru dapat meningkatkan penyerapan oksalat dari makanan sehingga memicu terbentuknya batu kalsium oksalat, yang merupakan jenis batu ginjal paling umum.
Dr. Sarbjit menambahkan bahwa air lemon dapat memberikan manfaat karena mengandung sitrat yang membantu mengurangi pembentukan batu ginjal. Namun, air lemon bukanlah obat yang mampu melarutkan batu yang sudah terbentuk, sehingga penggunaannya hanya bersifat sebagai pendukung pencegahan. Ia juga mengingatkan agar tidak menambahkan gula secara berlebihan ke dalam minuman tersebut.
Jangan Menunda Pemeriksaan ke Dokter
Banyak orang menganggap rasa nyeri yang hilang berarti batu ginjal sudah keluar dari tubuh. Padahal, kondisi tersebut belum tentu benar. Batu masih dapat berada di saluran kemih meskipun keluhan sudah mereda.
Karena itu, pemeriksaan lanjutan seperti USG atau CT scan tetap diperlukan untuk memastikan batu benar-benar telah keluar dan fungsi ginjal kembali normal.
Dr. Sarbjit mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pengobatan rumahan apabila mengalami gejala batu ginjal. Jika muncul demam, nyeri hebat, darah dalam urine, atau aliran urine berkurang, penderita sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Dengan menerapkan pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola makan, dan mengenali gejala sejak dini, risiko terkena batu ginjal dapat ditekan. Langkah-langkah sederhana tersebut juga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius di masa mendatang.