Fajar Nugra Bongkar Momen Paling Menegangkan di Pemikat Jiwa, Sampai Overthinking Berat
- Istimewa
VIVA Jakarta - Di balik nuansa mistis yang dihadirkan film horor Pemikat Jiwa, tersimpan cerita lain dari proses produksinya. Aktor Fajar Nugra mengaku menghadapi tantangan mental yang tidak ringan saat harus menjalani salah satu adegan penting bersama lawan mainnya, Givina.
Fajar mengatakan tekanan terbesar bukan berasal dari tuntutan acting. Tapi, melainkan kekhawatiran agar setiap adegan tetap berjalan profesional dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Pengakuan itu disampaikannya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
"Aku adalah orang yang kayaknya takut banget, overthinking banget ketika di set itu, karena kan ini kita bicara agak dewasa aja ya takut disangka aji mumpung atau apa," ujar Fajar dikutip pada Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut Fajar, kegelisahan tersebut membuatnya memilih berdiskusi secara terbuka dengan intimacy coordinator (IC) dalam produksi film, Runny Rudiyanti. Ia merasa perlu menyampaikan seluruh kekhawatirannya sebelum proses pengambilan gambar dimulai.
Kehadiran intimacy coordinator dinilai berperan penting dalam memastikan seluruh adegan yang melibatkan interaksi fisik berlangsung sesuai batasan yang telah disepakati serta tetap mengutamakan kenyamanan para pemain.
"Itu tuh ketakutan aku yang aku curhatin ke IC (Intimacy Coordinator), ke Runi tentunya. Jadi kayak Runny berhasil menengahkan antara aku dan Givina," ujar Fajar.
Dengan arahan yang diberikan Runny, suasana syuting perlahan menjadi lebih nyaman sehingga adegan yang dibutuhkan untuk kepentingan cerita dapat diselesaikan sesuai rencana.
Sempat Canggung Setelah Kamera Berhenti
Meski proses pengambilan gambar berjalan lancar, rasa canggung justru muncul setelah sutradara menyatakan adegan selesai.
Fajar mengaku langsung memikirkan kenyamanan Givina. Ia bahkan spontan meminta kru mengambil tisu basah karena khawatir keringatnya membuat lawan mainnya merasa tidak nyaman setelah menjalani adegan yang menuntut kedekatan antarkarakter.
"Tetap aja ya perasaan ketika break karakter, ketika kata 'cut' itu, aku jadi ngerasa aduh nggak enak banget sama Givina takutnya bau kan gitu. Jadi aku yang meminta setelah 'cut', 'Tisu basah! Tisu basah buat Givina, tisu basah!' Aku yang meminta," kenang Fajar lalu tertawa.