Fajar Nugra Bongkar Momen Paling Menegangkan di Pemikat Jiwa, Sampai Overthinking Berat

Film Pemikat Jiwa bakal tayang 9 Juli di Bioskop Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Di balik nuansa mistis yang dihadirkan film horor Pemikat Jiwa, tersimpan cerita lain dari proses produksinya. Aktor Fajar Nugra mengaku menghadapi tantangan mental yang tidak ringan saat harus menjalani salah satu adegan penting bersama lawan mainnya, Givina.

img_title Kolaborasi Perdana Casio dan Film Indonesia, Filosofi Teras Angkat Isu Kesehatan Mental

Fajar mengatakan tekanan terbesar bukan berasal dari tuntutan acting. Tapi, melainkan kekhawatiran agar setiap adegan tetap berjalan profesional dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pengakuan itu disampaikannya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

img_title Dulu Berperan sebagai Adik Ipar, Kini Marsha Aruan dan Chicco Jerikho Dipaksa Bangun Romansa

"Aku adalah orang yang kayaknya takut banget, overthinking banget ketika di set itu, karena kan ini kita bicara agak dewasa aja ya takut disangka aji mumpung atau apa," ujar Fajar dikutip pada Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Fajar, kegelisahan tersebut membuatnya memilih berdiskusi secara terbuka dengan intimacy coordinator (IC) dalam produksi film, Runny Rudiyanti. Ia merasa perlu menyampaikan seluruh kekhawatirannya sebelum proses pengambilan gambar dimulai.

img_title Iyus Jenius Bukan Film Anak Biasa, Angkat Kisah Haru dan Lagu Legendaris Papa T.Bob

Kehadiran intimacy coordinator dinilai berperan penting dalam memastikan seluruh adegan yang melibatkan interaksi fisik berlangsung sesuai batasan yang telah disepakati serta tetap mengutamakan kenyamanan para pemain.

"Itu tuh ketakutan aku yang aku curhatin ke IC (Intimacy Coordinator), ke Runi tentunya. Jadi kayak Runny berhasil menengahkan antara aku dan Givina," ujar Fajar.

Dengan arahan yang diberikan Runny, suasana syuting perlahan menjadi lebih nyaman sehingga adegan yang dibutuhkan untuk kepentingan cerita dapat diselesaikan sesuai rencana.

Sempat Canggung Setelah Kamera Berhenti

Meski proses pengambilan gambar berjalan lancar, rasa canggung justru muncul setelah sutradara menyatakan adegan selesai.

Fajar mengaku langsung memikirkan kenyamanan Givina. Ia bahkan spontan meminta kru mengambil tisu basah karena khawatir keringatnya membuat lawan mainnya merasa tidak nyaman setelah menjalani adegan yang menuntut kedekatan antarkarakter.

"Tetap aja ya perasaan ketika break karakter, ketika kata 'cut' itu, aku jadi ngerasa aduh nggak enak banget sama Givina takutnya bau kan gitu. Jadi aku yang meminta setelah 'cut', 'Tisu basah! Tisu basah buat Givina, tisu basah!' Aku yang meminta," kenang Fajar lalu tertawa.

Halaman Selanjutnya
img_title