Bukan Sekadar Mitos, Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Bagian dari Tradisi Lama
- www.commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon
VIVA Jakarta – Tradisi ziarah di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menjadi perbincangan publik setelah ramai dibahas di media sosial. Menanggapi hal itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Menurut Fadli, keberagaman tradisi yang berkembang di berbagai daerah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu dipahami secara utuh.
“Gunung kawi ya, itu kan kita keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama,” katanya di Jakarta, Senin.
Menteri Fadli Zon
- VIVA Jakarta/Syarifuddin Nasution (Jambi)
Ia menambahkan, selama suatu tradisi membawa manfaat bagi masyarakat, terutama dari sisi ekonomi budaya, serta tidak menimbulkan kerusakan maupun mengganggu pihak lain, keberadaannya merupakan bagian dari realitas kehidupan sosial.
“Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita,” katanya.
Belakangan, aktivitas ziarah di Gunung Kawi kembali menjadi sorotan setelah beredar berbagai konten di media sosial yang mengaitkan lokasi tersebut dengan praktik pesugihan.
Padahal, Pesarean Gunung Kawi di Kabupaten Malang merupakan kompleks makam dua tokoh yang dihormati masyarakat, yakni Raden Mas Soeryo Koesoemo atau Kiai Zakaria II yang dikenal sebagai Eyang Djoego, serta Raden Mas Iman Soedjono.
Kompleks makam tersebut telah lama menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah. Pengunjung umumnya datang untuk berdoa dan mengenang jasa kedua tokoh tersebut.
Salah satu momen yang paling banyak menarik peziarah adalah peringatan Tahun Baru Hijriah. Setiap 1 Muharam atau 1 Suro, kawasan Pesarean Gunung Kawi menggelar rangkaian tradisi yang diikuti masyarakat.
Prosesi tersebut meliputi kirab budaya dan tabur bunga yang menjadi bagian dari tradisi tahunan serta turut menarik kunjungan wisatawan maupun peziarah ke kawasan tersebut.