Fenomena Fatherless Meningkat, Orang Tua Diajak Bangun Pola Asuh Positif di Rumah
- Freepik
VIVA Jakarta – Fenomena fatherless atau minimnya kehadiran sosok ayah dalam pengasuhan anak semakin menjadi perhatian. Di tengah kondisi tersebut, orang tua didorong membangun pola asuh yang positif dengan melibatkan peran ayah dan ibu secara seimbang agar anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman.
Pesan itu disampaikan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan melalui kegiatan edukasi pola pengasuhan yang digelar di GOR Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa.
Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan Rizky Hamid mengatakan, pola pengasuhan yang baik tidak hanya berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, tetapi juga menjadi langkah penting untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Melalui pola pengasuhan yang baik, tentunya juga dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Rizky.
Menurut Rizky, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan besar dalam membentuk karakter anak. Karena itu, pola pengasuhan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang sehat, serta keterlibatan aktif ayah dan ibu menjadi fondasi utama dalam menciptakan keluarga yang harmonis.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap fenomena fatherless, ia menilai kehadiran kedua orang tua dalam proses pengasuhan perlu berjalan beriringan agar anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan terhindar dari berbagai bentuk kekerasan.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui, menyaksikan, atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ucapnya.
Rizky menegaskan, keberanian untuk melapor menjadi langkah awal agar korban dapat segera memperoleh perlindungan dan penanganan yang tepat.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan maupun anak.
“Masyarakat dapat mengakses layanan UPT PPA Provinsi DKI Jakarta maupun pos pengaduan yang tersedia di 10 RPTRA se-Jakarta Selatan. Seluruh layanan tersebut mudah diakses, tidak dipungut biaya, dan siap memberikan pendampingan bagi korban,” ucap dia.
Sementara itu, salah seorang peserta sosialisasi, Julia Indrawati, mengaku materi yang disampaikan memberikan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.