Sering Olahraga? Begini Cara Menjaga Hidrasi yang Tepat agar Tubuh Tetap Bugar dan Tidak Mudah Lelah
- Istimewa/AI
Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan konsumsi kafein, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap zat tersebut. Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tetapi juga ditemukan pada minuman energi, teh hijau, hingga sejumlah suplemen olahraga. Mengonsumsi kafein secara berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh pada sebagian orang.
Dehidrasi sendiri merupakan salah satu faktor yang paling sering menyebabkan penurunan performa saat berolahraga. Kondisi ini tidak hanya terjadi akibat kurang minum, tetapi juga dipengaruhi oleh pola makan, lingkungan, dan beban aktivitas fisik yang dijalani.
Berolahraga di tempat yang panas dan lembap, mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak, kurang minum sepanjang hari, menjalani diet tinggi protein tanpa diimbangi asupan air yang cukup, hingga melakukan latihan berat beberapa kali dalam sehari dapat meningkatkan risiko tubuh mengalami dehidrasi.
Ketika tubuh kekurangan cairan, dampaknya tidak hanya berupa rasa haus. Dehidrasi juga dapat membuat tubuh lebih cepat lelah, mengurangi daya tahan, menurunkan kekuatan otot, hingga memperlambat proses pemulihan setelah berolahraga.
Selain itu, hilangnya elektrolit seperti natrium dan kalium melalui keringat dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari kram otot, sakit kepala, penurunan energi, hingga brain fog, yaitu kondisi ketika seseorang sulit berkonsentrasi atau berpikir dengan jernih.
Karena itu, menjaga hidrasi sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas olahraga. Memastikan tubuh memperoleh cairan dan elektrolit dalam jumlah yang cukup sebelum, selama, dan setelah aktivitas fisik dapat membantu menjaga performa tetap optimal sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat dehidrasi.