Terlalu Bergantung pada AI Bisa Melemahkan Kemampuan Berpikir, Ahli Sarankan Gunakan Secara Bijak

Ilustrasi keamanan siber
Sumber :
  • VIVA.co.id

VIVA Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membantu mencari informasi, menyusun dokumen, menerjemahkan bahasa, hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam waktu singkat, AI kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas banyak orang.

img_title Injak Usia 26 Tahun, Hukumonline Perluas Dampak Sosial Lewat AI Hukum

Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI secara berlebihan ternyata dapat memberikan dampak negatif terhadap kemampuan otak. Para ahli mengingatkan bahwa ketergantungan yang terlalu tinggi pada teknologi ini berpotensi mengurangi kemampuan seseorang untuk berpikir kritis, mengingat informasi, dan memecahkan masalah secara mandiri.

Dilansir Hindustan Times, Konsultan Senior Neurologi Dharamshila Narayana Hospital di Delhi, Dr. MS Panduranga, mengatakan bahwa salah satu risiko terbesar dari penggunaan AI yang tidak terkendali adalah berkurangnya aktivitas mental yang selama ini berperan penting dalam menjaga fungsi otak.

img_title Dunia Kerja 2030 Berubah Total, Nilai Bagus Saja Tak Lagi Cukup untuk Bertahan

Menurutnya, ketika seseorang terlalu sering menyerahkan proses mengingat, menganalisis, atau mencari solusi kepada AI, otak secara perlahan akan terbiasa tidak melakukan tugas-tugas tersebut.

"Otak akan belajar bahwa pekerjaan berpikir telah diambil alih oleh AI. Jika kondisi ini terus berlangsung, cara otak memproses dan menyimpan informasi bisa berubah," ujar Panduranga, seperti dikutip dari Hindustan Times.

img_title Ini Teknologi Matras Premium yang Wajib Dipahami Sebelum Mengeluarkan Jutaan Rupiah

AI Mengambil Alih Lebih Banyak Tugas Kognitif

Panduranga menjelaskan bahwa penggunaan teknologi untuk membantu aktivitas sehari-hari sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, masyarakat telah memanfaatkan kalkulator untuk berhitung, GPS untuk navigasi, peta digital, hingga mesin pencari untuk memperoleh informasi.

Namun, AI memiliki kemampuan yang jauh lebih luas dibandingkan teknologi-teknologi tersebut.

Tidak hanya memberikan informasi, AI juga mampu membuat tulisan, menyusun ide, melakukan analisis, memberikan rekomendasi, bahkan menghasilkan berbagai karya berdasarkan instruksi pengguna.

Kemampuan inilah yang membuat AI dapat mengambil alih sebagian besar aktivitas kognitif yang sebelumnya sepenuhnya dilakukan oleh manusia.

Daya Ingat Bisa Menurun

Menurut Panduranga, proses berpikir sebenarnya merupakan latihan yang sangat penting bagi otak. Ketika seseorang berusaha mengingat informasi atau mencari solusi atas suatu persoalan, otak bekerja membentuk dan memperkuat jaringan memori.

Halaman Selanjutnya
img_title