Ingin Tidur Lebih Nyenyak? Kurangi Main Gadget Sebelum Tidur, Pakar Ungkap Manfaat Digital Detox

Ilustrasi Tidur
Sumber :
  • Image

VIVA Jakarta – Menghabiskan waktu dengan bermain ponsel sebelum tidur telah menjadi kebiasaan banyak orang. Mulai dari membalas pesan, menonton video, hingga berselancar di media sosial sering dianggap sebagai cara untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Namun, di balik kebiasaan tersebut tersimpan dampak yang tidak boleh diabaikan, mulai dari mata yang mudah lelah hingga kualitas tidur yang menurun.

img_title Gempa Bumi M 7,0 di NTT Dirasakan Warga Bima, Gemetar Guncangan yang Kencang

Seperti dikutip dari Hindustan Times, pakar gaya hidup integratif Luke Coutinho menyarankan masyarakat mulai menerapkan digital detox, terutama pada malam hari. Menurutnya, memberikan jeda bagi tubuh dari paparan layar elektronik merupakan langkah sederhana yang mampu memberikan manfaat besar bagi kesehatan mata sekaligus membantu tubuh memperoleh waktu istirahat yang lebih berkualitas.

Coutinho menjelaskan bahwa banyak orang keliru menganggap dirinya telah beristirahat setelah selesai bekerja menggunakan komputer. Padahal, setelah laptop ditutup, mereka justru beralih ke layar ponsel dan menghabiskan waktu cukup lama untuk menikmati berbagai hiburan digital. Aktivitas tersebut membuat mata tetap bekerja tanpa jeda meski jam istirahat telah tiba.

img_title Pustakawan Jadi Penjaga Memori Kolektif, Identitas, dan Pengetahuan Bangsa di Era Teknologi Digital

Dalam pengalamannya selama lebih dari 15 tahun menangani persoalan gaya hidup sehat, manajemen stres, dan kualitas tidur, ia menemukan bahwa penggunaan layar secara terus-menerus menjadi salah satu penyebab tubuh sulit memasuki fase istirahat yang optimal.

Menurutnya, mata tidak akan pulih hanya karena seseorang berpindah dari layar komputer ke layar ponsel. Proses pemulihan baru terjadi ketika tubuh benar-benar terbebas dari paparan perangkat digital, berada di lingkungan yang minim cahaya, dan mendapatkan tidur yang cukup.

img_title 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Otak dan Mental

Saat malam hari, tubuh secara alami memproduksi hormon melatonin sebagai sinyal bahwa waktu tidur telah tiba. Produksi hormon ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang gelap. Sebaliknya, cahaya dari layar ponsel, tablet, maupun komputer dapat menghambat proses tersebut sehingga seseorang menjadi lebih sulit mengantuk dan waktu tidurnya menjadi tidak optimal.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan fitur mode malam atau night mode pada perangkat elektronik bukan berarti dapat menghilangkan seluruh dampak negatif penggunaan gawai sebelum tidur. Fitur tersebut memang membantu mengurangi intensitas cahaya biru, tetapi tidak menghentikan berbagai rangsangan lain yang berasal dari notifikasi, media sosial, permainan, maupun konten hiburan yang membuat otak tetap aktif.

Halaman Selanjutnya
img_title