Fakta Hari Anak Nasional: Hampir 1 dari 5 Balita Indonesia Masih Alami Stunting

Stunting di Tanah Air tahun ini turun, tapi tantangan gizi anak masih mengkhawatirkan.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli bukan sekadar momentum seremonial. Di balik perayaan itu, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan gizi, kesehatan, dan perlindungan anak yang menjadi fondasi lahirnya generasi berkualitas.

img_title Kudus Bidik Zero Stunting 2030, Festival Keluarga Sehat Dorong Kesadaran dari Tingkat Keluarga

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8 persen dari 27,7 persen pada 2019. Meski menunjukkan kemajuan, angka itu masih berarti hampir satu dari lima balita di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun jadi 18,8 persen pada 2025 dan mencapai 14,2 persen pada 2029. Berbagai intervensi terus diperkuat mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, termasuk melalui pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI (MPASI) yang sesuai.

img_title Kejar Generasi Emas 2045, Tangsel Intervensi Stunting Sejak Anak Masih Balita

Persoalan anak di Indonesia juga tak hanya berkutat pada masalah gizi. Data UNICEF yang dirilis pada awal 2026 memperkirakan terdapat sekitar dua juta anak penyandang disabilitas di Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan pendidikan maupun kesejahteraan.

Swasta Bermunculan

img_title Hari Anak Nasional 2026: Masa Depan Anak Dimulai dari Hal-hal Kecil yang Sering Terlupakan

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah bersama UNICEF meluncurkan program kerja sama strategis periode 2026–2030 dengan total anggaran sekitar USD131 juta. Program ini difokuskan pada perluasan layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak di berbagai wilayah Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, dukungan dari sektor swasta juga mulai bermunculan. Salah satunya dilakukan PT Dongbang Medical Global (PT DMG) yang menyalurkan bantuan kebutuhan kesehatan bagi anak-anak di Rumah Harapan Indonesia dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Bantuan yang diberikan meliputi susu, popok, makanan bergizi, hingga perlengkapan kebersihan untuk mendukung kebutuhan anak-anak yang tengah menjalani pendampingan dan perawatan.

CEO PT Dongbang Medical Global, Roy Seo, mengatakan perusahaan ingin memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan kontribusi sosial bagi masyarakat.

"Kami ingin pertumbuhan juga dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat," kata Roy dalam keterangannya dikutip pada Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Roy, komitmen sosial menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan, bukan sekadar aktivitas pelengkap.

"Sebagai perusahaan yang terus berkembang di industri medical aesthetic, kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan kontribusi sosial yang nyata," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title