Kurang Tidur Bisa Ganggu Kinerja Otak, Ahli Sarankan Istirahat Minimal Tujuh Jam
- Image
VIVA Jakarta – Kebiasaan tidur hanya enam jam setiap malam ternyata dapat memberikan dampak serius terhadap fungsi otak. Meski tubuh mungkin masih terasa bugar, penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir, berkonsentrasi, hingga mengambil keputusan dapat mengalami penurunan tanpa disadari.
Dilansir laman Hindustan Times, seorang ahli neurologi dari Rumah Sakit Apollo di Hyderabad, Dr. Sudhir Kumar, mengungkapkan bahwa kualitas kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh durasi tidur yang cukup. Bagi sebagian besar orang dewasa, waktu istirahat ideal berada di kisaran tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Mengutip penjelasan Dr. Kumar, penelitian yang melibatkan peserta dengan waktu tidur hanya enam jam per malam selama dua minggu menemukan adanya penurunan fungsi kognitif yang signifikan. Kondisi tersebut bahkan setara dengan performa otak seseorang yang telah terjaga selama 24 hingga 48 jam tanpa tidur.
Menurutnya, banyak orang menganggap pengurangan jam tidur sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas. Padahal, kebiasaan tersebut justru menyebabkan akumulasi stres pada sistem saraf yang dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menjalankan berbagai fungsi penting.
Yang lebih mengkhawatirkan, para peserta dalam penelitian tersebut tidak menyadari bahwa kemampuan kognitif mereka telah menurun. Mereka tetap merasa dapat berpikir dan bekerja secara normal, meski hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan performa otak.
Kurang tidur diketahui dapat mengurangi rentang perhatian, memperlambat waktu respons, menurunkan kemampuan memori kerja, serta membuat proses pengambilan keputusan menjadi kurang optimal. Kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas maupun keselamatan seseorang, terutama saat bekerja atau berkendara.
Dr. Kumar juga menjelaskan bahwa efek kurang tidur tidak selalu ditandai dengan rasa kantuk yang berlebihan. Dalam beberapa kasus, seseorang justru tetap merasa percaya diri sehingga tidak menyadari bahwa kemampuan berpikirnya telah mengalami penurunan.
Karena itu, menjaga waktu tidur yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan otak. Selain membantu proses pemulihan tubuh, tidur yang berkualitas juga berperan dalam memperkuat daya ingat, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung kemampuan berpikir secara optimal.
Sementara itu, rekomendasi dari Mayo Clinic menyebutkan bahwa kebutuhan tidur berbeda-beda pada setiap kelompok usia. Bayi berusia 4 hingga 12 bulan membutuhkan waktu tidur sekitar 12–16 jam setiap hari. Anak usia 1–2 tahun memerlukan 11–14 jam, sedangkan anak usia 3–5 tahun membutuhkan 10–13 jam tidur.