Jangan Disepelekan, 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bikin Hormon Stres Meningkat

Ilustrasi Kesepian dan Depresi
Sumber :
  • VIVA

VIVA Jakarta – Rasa stres, mudah cemas, sulit tidur, hingga tubuh yang terasa terus-menerus lelah bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain tekanan pekerjaan, masalah keluarga, maupun kondisi lingkungan, rutinitas sehari-hari yang terlihat sepele ternyata juga dapat memengaruhi respons stres tubuh.

img_title Usia 30 Tahun ke Atas, Massa Otot Mulai Berkurang? Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Kuat

Salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut adalah hormon kortisol. Hormon ini dikenal sebagai hormon stres karena membantu tubuh menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat. Kortisol bukanlah hormon yang sepenuhnya buruk karena tubuh memang membutuhkannya untuk menjalankan sejumlah fungsi penting.

Namun, masalah dapat muncul ketika kadar kortisol terlalu tinggi dalam waktu lama atau pola alaminya terganggu. Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kualitas tidur, metabolisme, suasana hati hingga kemampuan tubuh untuk melakukan pemulihan.

img_title 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Otak dan Mental

Dilansir Hindustan Times, Dokter ahli anestesi dan pengobatan nyeri, Kunal Sood, mengatakan berbagai kebiasaan sehari-hari dapat membuat kadar kortisol tetap tinggi atau mengganggu ritme normal hormon tersebut. Penjelasan itu dikutip dari Hindustan Times pada Jumat, 2 Januari 2026.

Menurut Sood, peningkatan kortisol tidak selalu berasal dari satu sumber stres. Tekanan kecil yang muncul berulang kali dari kebiasaan sehari-hari juga dapat terakumulasi dan membuat sistem respons stres tubuh terus bekerja.

img_title Sering Begadang? Waspadai Dampaknya, Kurang Tidur Bisa Mengganggu Fungsi Otak hingga Meningkatkan Risiko Penyakit Jantun

Salah satu kebiasaan yang paling sering berkaitan dengan gangguan kortisol adalah kurang tidur. Ketika seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, tubuh tidak memperoleh kesempatan optimal untuk melakukan pemulihan.

Dalam kondisi normal, kadar kortisol mengikuti pola tertentu sepanjang hari. Kadarnya cenderung lebih rendah pada malam hari ketika tubuh bersiap untuk beristirahat. Kurang tidur dapat mengganggu pola tersebut dan membuat kadar hormon stres tetap tinggi.

Akibatnya, seseorang dapat merasa lebih mudah lelah, kurang fokus, atau lebih sensitif terhadap tekanan pada hari berikutnya. Jika berlangsung terus-menerus, kurang tidur dan stres juga dapat membentuk siklus yang sulit diputus.

Kebiasaan berikutnya adalah berolahraga terlalu keras tanpa memberikan waktu istirahat yang memadai. Olahraga memang menjadi salah satu cara yang baik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, latihan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus dapat memberikan beban tambahan bagi tubuh jika tidak disertai pemulihan yang cukup.

Halaman Selanjutnya
img_title